Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

20 Persen Ekspor Bidang Industri Disumbang Jatim, Mendag Optimalkan dengan Buka Pasar Baru

Mus Purmadani • Jumat, 21 Juni 2024 | 02:59 WIB
Mendag Zulkifli Hasan saat menghadiri Forum Sinergitas Ekspor dengan tema Strategi Hilirisasi Industri dalam Meningkatkan Ekspor Bernilai Tambah, di Hotel The Westin Surabaya, Kamis (20/6).
Mendag Zulkifli Hasan saat menghadiri Forum Sinergitas Ekspor dengan tema Strategi Hilirisasi Industri dalam Meningkatkan Ekspor Bernilai Tambah, di Hotel The Westin Surabaya, Kamis (20/6).

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) – Jawa Timur (Jatim) menyumbang tren positif dalam ekspor. 20 persen ekspor bidang industri berasal dari Jatim.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada bulan Mei 2024, menurut provinsi asal barang komoditas, ekspor Indonesia terbesar pada Januari - Mei 2024 berasal dari Provinsi Jawa Barat dengan nilai USD 14,99 miliar (14,38 persen).

Diurutan kedua ada Kalimantan Timur USD 10,39 miliar (9,97 persen) dan Jawa Timur diurutan senilai USD 10,35 miliar (9,93 persen).

"Jatim besar kan, harus sering diadakan forum sinergitas semacam ini, bukan sekali. Hampir pelopor industri 20 persen dari Jatim," ungkap Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat menghadiri Forum Sinergitas Ekspor dengan tema Strategi Hilirisasi Industri dalam Meningkatkan Ekspor Bernilai Tambah, di Hotel The Westin Surabaya, Kamis (20/6).
Pria yang akrab disapa Zulhas ini menambahkan Indonesia mengalami surplus di bidang ekspor dalam beberapa waktu terakhir.

"Selama 48 bulan ekspor kita surplus terus. Oleh karena itu, kita buat acara di sini di Surabaya Forum Sinergitas, para pengusaha ekspor agar kita mampu meningkatkan ekspor kita," jelasnya.

Zulhas menyampaikan beberapa upaya yang saat ini tengah dilakukan pemerintah di bidang ekspor untuk membangun pasar baru di berbagai daerah demi mencapai Indonesia Maju 2045.

"Pemerintah juga membangun pasar baru yang non tradisional, misalnya India, Pakistan, Bangladesh, Eropa Timur, Asia Tengah, Timur Tengah, bahkan kita juga mengembangkan pasar-pasar baru di Benua Afrika, agar tujuan kita menjadi negara bisa tercapai, kita harus menyerbu pasar dunia, jangan kita terus yang diserbu," terangnya.

Untuk diketahui, secara nasional nilai ekspor mencapai USD 22,33 miliar atau naik 13,82 persen dibanding ekspor April 2024. Dibanding Mei 2023 nilai ekspor naik sebesar 2,86 persen.

Ekspor nonmigas Mei 2024 mencapai USD 20,91 miliar, naik 14,46 persen dibanding April 2024, demikian juga naik 2,50 persen jika dibanding ekspor nonmigas Mei 2023.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Mei 2024 mencapai USD 104,25 miliar atau turun 3,52 persen dibanding periode yang sama tahun 2023.

“Sementara ekspor nonmigas mencapai USD 97,58 miliar atau turun 3,84 persen,” jelas Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M Habibullah di Jakarta, Rabu (19/6).


Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Mei 2024, hampir semua komoditas mengalami peningkatan, dengan peningkatan terbesar pada mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya sebesar USD 263,6 juta (26,66 persen).

Sementara yang mengalami penurunan hanya lemak dan minyak hewani/ nabati sebesar USD 268,0 juta (14,32 persen).

Ekspor nonmigas Mei 2024 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu sebesar USD 4,73 miliar, disusul Amerika Serikat USD 2,18 miliar, dan India USD 1,95 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 42,39 persen.

Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar USD 3,79 miliar dan USD 1,61 miliar. (mus/nur) 

Editor : Nurista Purnamasari
#bps #jawa timur #jatim #mendag #ekspor #non migas #surabaya #zulkifli hasan