Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Harga Minyakita Dipastikan Naik Jadi Rp 15.500 per Liter

Mus Purmadani • Jumat, 21 Juni 2024 | 01:05 WIB
PENYESUAIAN: Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan bahwa harga Minyakita akan dinaikkan.
PENYESUAIAN: Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan bahwa harga Minyakita akan dinaikkan.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita akan mengalami kenaikan menjadi Rp 15.500 per liternya. Rencana ini sudah dibahas dengan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait.

"Sudah kami bicarakan dan dibahas (terkait kenaikan HET Minyakita)," ujarnya usai menghadiri Forum Sinergitas Ekspor dengan tema Strategi Hilirisasi Industri dalam Meningkatkan Ekspor Bernilai Tambah, di Hotel The Westin Surabaya, Kamis (20/6).

Pria yang akrab disapa Zulhas ini mengatakan, HET Minyakita sudah saatnya dinaikkan.

Perubahan ini dilakukan mengikuti nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini sudah melebihi Rp 16.000.

Saat disinggung kapan akan adanya kenaikan, Zulhas mengaku dalam waktu dekat. "Minggu depan," katanya sembari menutup pintu lift.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Isy Karim mengungkapkan rencana pemerintah menaikkan HET Minyakita.

Isy menegaskan, pihaknya mempertimbangkan beberapa hal dalam menentukan HET Minyakita, seperti inflasi dan harga crude palm oil (CPO). Menurutnya pertimbangan inflasi berkaitan dengan daya beli masyarakat.

Hal ini dilakukan agar kenaikan HET Minyakita juga tidak berdampak pada kenaikan harga pangan lainnya.

"Kenaikan HET ini harus melalui pertimbangan, ini andil dalam inflasi. Ini menjadi concern sangat tinggi dari Pak Presiden. Jangan sampai dengan kenaikan HET minyak goreng berpengaruh terhadap inflasi," jelasnya.

Selain itu, Kemendag juga akan mempertimbangkan level harga di produsen agar tetap mendapatkan keuntungan.

Dalam hal ini, Isy menyebut ada beberapa komponen dalam perhitungan harga pokok produksi (HPP), yakni harga minyak kelapa sawit (CPO), ongkos biaya angkut pabrik, biaya pengemasan dan pengolahan, hingga biaya distribusi. Isy bilang tren harga CPO terus mengalami kenaikan.

"Harga CPO 2024 sudah Rp 12.295, pas kita hitung pertama di 2022 itu Rp 11.200, lalu tahun sebelumnya Rp 10.000. Jadi, memang sudah ada kenaikan," jelasnya.

Untuk diketahui HET Minyakita saat ini masih Rp 14.000 per liter, yang rencananya akan dinaikkan menjadi Rp 15.500. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#MinyaKita #minyak goreng #het #zulkifli hasan #kemendag