Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Nilai Ekspor Naik, Jawa Timur Urutan Ketiga Penyumbang Komoditasnya

Nurista Purnamasari • Kamis, 20 Juni 2024 | 01:57 WIB
Secara bulanan pada bulan Mei 2024, nilai ekspor Indonesia mencapai USD 22,33 miliar.
Secara bulanan pada bulan Mei 2024, nilai ekspor Indonesia mencapai USD 22,33 miliar.

JAKARTA (Radar Surabaya Bisnis) - Pada bulan Mei 2024, nilai ekspor Indonesia mencapai USD 22,33 miliar atau naik 13,82 persen dibanding ekspor April 2024. Dibanding Mei 2023 nilai ekspor naik sebesar 2,86 persen.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M Habibullah mengatakan, ekspor nonmigas Mei 2024 mencapai USD 20,91 miliar, naik 14,46 persen dibanding April 2024, demikian juga naik 2,50 persen jika dibanding ekspor nonmigas Mei 2023.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Mei 2024 mencapai USD 104,25 miliar atau turun 3,52 persen dibanding periode yang sama tahun 2023.

“Sementara ekspor nonmigas mencapai USD 97,58 miliar atau turun 3,84 persen,” jelasnya di Jakarta, Rabu (19/6).

Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Mei 2024, hampir semua komoditas mengalami peningkatan, dengan peningkatan terbesar pada mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya sebesar USD 263,6 juta (26,66 persen).

Sementara yang mengalami penurunan hanya lemak dan minyak hewani/ nabati sebesar USD 268,0 juta (14,32 persen).

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari - Mei 2024 turun 0,63 persen dibanding periode yang sama tahun 2023.

Demikian juga ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 14,90 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 5,90 persen.

Ekspor nonmigas Mei 2024 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu sebesar USD 4,73 miliar, disusul Amerika Serikat USD 2,18 miliar, dan India USD1,95 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 42,39 persen.

“Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara, Red) masing-masing sebesar USD 3,79 miliar dan USD 1,61 miliar,” terangnya.

Menurut provinsi asal barang komoditas, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Mei 2024 berasal dari Provinsi Jawa Barat dengan nilai USD 14,99 miliar (14,38 persen).

Diikuti Kalimantan Timur USD 10,39 miliar (9,97 persen) dan Jawa Timur USD 10,35 miliar (9,93 persen).

Sementara untuk nilai impor Indonesia Mei 2024 mencapai USD 19,40 miliar, naik 14,82 persen dibandingkan April 2024 atau turun 8,83 persen dibandingkan Mei 2023.

“Impor migas Mei 2024 senilai USD 2,75 miliar, turun 7,91 persen dibandingkan April 2024 atau turun 12,34 persen dibandingkan Mei 2023,” ujar Habibullah.

Impor nonmigas Mei 2024 senilai USD 16,65 miliar, naik 19,70 persen dibandingkan April 2024 atau turun 8,23 persen dibandingkan Mei 2023.

Dari sepuluh golongan barang utama nonmigas Mei 2024, hanya golongan serealia yang mengalami penurunan senilai USD 49,5 juta (7,70 persen) dibandingkan April 2024.

Sementara peningkatan terbesar adalah mesin/peralatan mekanis dan bagiannya USD 670,3 juta (30,17 persen).

Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Mei 2024 adalah Tiongkok USD 27,10 miliar (35,45 persen), Jepang USD 5,35 miliar (6,99 persen), dan Thailand USD 4,08 miliar (5,35 persen).

Impor nonmigas dari ASEAN USD 13,44 miliar (17,58 persen) dan Uni Eropa USD 4,90 miliar (6,41 persen).

Menurut golongan penggunaan barang, perkembangan nilai impor Januari–Mei 2024 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi penurunan pada golongan bahan baku/penolong USD 980,0 juta (1,45 persen).

Sementara golongan barang konsumsi dan barang modal naik USD 465,2 juta (5,68 persen) dan USD 128,6 juta (0,82 persen).

Neraca perdagangan Indonesia Mei 2024 mengalami surplus USD 2,93 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas USD 4,26 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai USD 1,33 miliar. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#bps #jawa timur #komoditas #ekspor #Mei 2024 #impor