JAKARTA (Radar Surabaya Bisnis) - Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada Mei 2024 memperkirakan kinerja penjualan eceran meningkat.
Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Mei 2024 yang mencapai 233,9 atau secara tahunan tumbuh 4,7 persen (year on year/yoy).
Akan tetapi secara bulanan, penjualan eceran diprakirakan terkontraksi 1,0 persen (mtm) sejalan dengan normalisasi aktivitas masyarakat pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri.
Asisten Gubernur, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono menuturkan, peningkatan tersebut didorong oleh subkelompok sandang, makanan, minuman, dan tembakau, serta suku cadang dan aksesori.
Kontraksi lebih dalam tertahan oleh beberapa kelompok yang masih tumbuh positif, yaitu kelompok suku cadang dan aksesori serta bahan bakar kendaraan bermotor.
“Sementara secara bulanan, penjualan eceran tercatat tumbuh 0,4 persen (mtm) terutama didorong oleh kelompok peralatan informasi dan komunikasi, barang budaya dan rekreasi, serta makanan, minuman, dan tembakau sejalan dengan kegiatan masyarakat saat HBKN Idul Fitri,” jelas Erwin dalam keterangan resminya, Selasa (11/6).
Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Juli dan Oktober 2024 diprakirakan meningkat, tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli dan Oktober 2024 yang masing-masing tercatat sebesar 142,5 dan 142,0, lebih tinggi dari IEH bulan sebelumnya yang masing-masing sebesar 140,1 dan 134,5.
Pada triwulan II/2024, penjualan eceran diprakirakan tetap tumbuh.
Indeks Penjualan Eceran triwulan II/2024 diprakirakan tumbuh sebesar 1,0 persen (yoy), lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,6 persen (yoy).
Beberapa kelompok yang masih tumbuh adalah kelompok suku cadang dan aksesori (8,1 persen), makanan, minuman, dan tembakau (1,8 persen), serta bahan bakar kendaraan bermotor (4,1 persen)
Pada April 2024 penjualan eceran diindikasikan masih tumbuh secara bulanan pada beberapa kota cakupan survei.
Secara bulanan, IPR di sebagian kota cakupan survei mengalami pertumbuhan, tertinggi di Kota Medan (14,0 persen, mtm) disusul Jakarta (4,8 persen, mtm), Manado (3,4 persen, mtm), dan Bandung (1,8 persen, mtm).
Secara tahunan, sebagian besar kota juga mencatatkan pertumbuhan, antara lain Kota Medan, Semarang (termasuk Purwokerto), dan Denpasar yang tumbuh masing-masing sebesar 44,1 persen (yoy), 41,7 persen (yoy) dan 9,4 persen. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari