Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Potensi Market Besar, Kosme Perkuat B2B dalam Bisnis Maklon Kosmetik di Indonesia

Moh. Afik • Jumat, 7 Juni 2024 | 14:15 WIB
BEAUTY INDUSTRY: Dari kanan, Gilang Pramana, Shandy Purnamasari dan Agung Anggara menunjukan salah satu produk kosmetik yang diproduksi di Maklon, Kosme, saat melakukan factory visit.
BEAUTY INDUSTRY: Dari kanan, Gilang Pramana, Shandy Purnamasari dan Agung Anggara menunjukan salah satu produk kosmetik yang diproduksi di Maklon, Kosme, saat melakukan factory visit.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - Potensi market kosmetik dan skincare yang cukup besar, membuat PT Kosmetika Global Indonesia (Kosme), anak usaha J99 Corp, semakin optimistis untuk mengembangkan bisnis maklon dengan konsep business to business (B2B) di Indonesia.

Gilang W Pramana, founder J99 Corp dan Kosme menjelaskan, Kosme dikembangkan pada tahun 2018. Awalnya hanya memproduksi beauty product dan skincare, MS Glow.

Namun perkembangan beauty industry yang pesat di Indonesia membuat banyak masyarakat menjadi beautypreneur dengan meluncurkan merek kosmetik dan skincare sendiri.

“Saat ini industri kecantikan nasional semakin berkembang. Banyak merek kosmetik dan skincare lokal yang hadir di pasaran,” kata Gilang saat acara factory visit, Kamis (6/6).

Untuk itu, pihaknya yang sudah sukses mengembangkan brand MS Glow, melalui Kosme juga terus memperkuat produk-produk kosmetik dan kecantikan.

Hal ini selaras dengan semangat JJ99 Corp untuk memajukan dunia usaha lokal demi menunjang perekonomian bangsa.

Dengan kapasitas produksi sekitar 24 juta pieces per bulan dari tiga pabrik di Malang, Surabaya dan Cikarang, saat ini Kosme telah memproduksi sekitar 270 brand dan lebih dari 1.400 varian produk.

Selain MS Glow, beberapa brand lain diantaranya adalah Skintheory, Natura World, Men’s Experience, Byebadskin, RANS Beauty, Nosuku, PRSY, dan banyak lagi lainnya.

“Kami ingin bantu masyarakat yang ingin terjun di beauty industry dan ingin membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Kami memiliki spirit ingin memberikan warna dan sumbangsih membantu orang lain sukses seperti kami,” tambahnya. 

Sebab itu, pihaknya membuka ruang seluas luasnya bagi masyarakat umum yang ingin mengembangkan bisnis kosmetika dan skincare sendiri dengan konsep B2B.

Pihaknya tidak hanya memproduksi saja, namun juga membantu membesarkan brand baru dari para mitra bisnisnya.

Dari total utilitas yang disiapkan sekitar 40 persen dipakai untuk memproduksi MS Glow.

Sisanya yang 60 persen disiapkan untuk maklon kosmetika dan skincare dari para beautypreneur.

Dan dari jumlah tersebut juga baru terpakai sekitar 20 persennya. Sehingga masih sangat terbuka utilitasnya.

“Kami akan kembangkan B2B atau OEM-nya. Tidak hanya MS Glow, namun terus melahirkan brand-brand baru. Sedangkan brand existing kita bantu agar terus berinovasi melahirkan produk-produk baru,” ujarnya.

“Tidak hanya untuk market lokal namun juga ekspor. Kita sudah ekspor ke Nigeria sebagai hub di Afrika dan Malaysia sebagai hub produk halal wilayah Asia,” imbuhnya.

Shandy Purnamasari, founder MS Glow menambahkan, selama ini MS Glow mempercayakan Kosme sebagai mitra maklon karena mampu menghasilkan produk-produk skincare yang berkualitas.

Juga one stop service-nya sangat membantu dalam proses pengembangan produk baru dan distribusi produk ke mitra-mitra bisnis di seluruh Indonesia.

Prosedur maklon dimulai dari konsultasi terkait produk kosmetik dan skincare yang diinginkan customer.

Tim Kosme akan membuatkan sampel termasuk formulasinya. Dalam waktu bersamaan customer bisa mendaftarkan mereknya ke HKI dengan bantuan tim Kosme.

Setelah disetujui, produk akan masuk ke tahapan pendaftaran BPOM sekitar 3-4 bulan.

Sambil menunggu persetujuan BPOM, proses kemasan mulai desain, proofing, hingga produksi kemasan bisa dimulai.

Setelah itu, proses produksi siap dimulai dan siap dikirim ke customer.

“Kami tidak hanya memproduksi saja, namun juga mengajari bagaiman marketingnya. Bagaimana masuk digital market, masuk marketplace yang belum dipahami customer,” kata Shandy.

“Sekarang eranya berbeda. Semua belanja secara online. Customer harus tahu bagaimana bisa berjualan di e-commerce. Bahkan kami menghadirkan para ahli untuk memberikan solusi,” tambahnya.

Sementara itu, Agung Anggara, General Manager Kosme mengatakan, hingga saat ini bisnis maklon di Kosme berjalan dengan baik.

Berbagai varian produk kecantikan seperti skincare, body care, hair care, personal care, make-up, lip product, hingga perfume bisa diproduksi dengan biaya terjangkau dan minimum quantity yang bervariasi.

“Kami membantu beautypreneur, untuk membuat brand kecantikan sendiri dengan memberikan layanan one stop service seperti pembuatan sampel, pembuatan merek/Hak Kekayaan Intelektual (HKI), layanan desain logo dan kemasan gratis. Juga konsultasi marketing terkait layanan purna jual,” ujarnya.

Para beautypreneur juga tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk memulai bisnis kosmetiknya sendiri.

Dengan modal mulai Rp 10 juta hingga ratusan juta, mereka sudah bisa memiliki produk kecantikan dan skincare dengan brand sendiri yang legal dan berkualitas.

Kosme menyediakan tenaga ahli dan teknologi canggih. Kosme juga telah memiliki standar untuk menjalankan semua prosedur maklon sesuai dengan Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB), ISO, serta ketentuan BPOM sehingga kualitas produk yang dihasilkan sudah pasti terjamin.

Kosme juga memiliki standard operational procedure (SOP) bertaraf internasional dalam proses produksi, pengemasan, hingga penyimpanan hasil produksi.

Tim Quality Control (QC) juga melakukan proses pengecekan ketat mulai pengadaan bahan baku dan kemasan, proses produksi, pengemasan, hingga distribusi produk ke customer.

“Modalnya tidak banyak. Affordable sesuai budget customer. Tahun ini kami harapkan ada 78 brand baru. Sekarang running sudah 35 brand baru. Kalau total sudah ada 270 brand yang kita produksi di Kosme,” pungkas Angga. (fix/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Kosme #skincare #J99 Corp #maklon kosmetik #MS Glow #beauty industry