Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Jaga Ketahanan Pangan, Ini Lima Langkah yang Dilakukan Jawa Timur

Mus Purmadani • Jumat, 7 Juni 2024 | 04:03 WIB
Mengantisipasi cuaca ekstrim, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur menyiapkan sejumlah langkah.
Mengantisipasi cuaca ekstrim, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur menyiapkan sejumlah langkah.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan menjelang cuaca ekstrem (kemarau), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Jawa Timur melakukan sejumlah langkah.

Upaya ini sekaligus untuk menindaklanjuti instruksi Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengutamakan penguatan stok cadangan beras pemerintah (CBP) dari produksi dalam negeri.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Dydik Rudy Prasetya mengatakan stok pangan di Jatim saat ini dalam kondisi aman. Menurutnya kondisi panen di Jatim menunjukkan bahwa panen raya terjadi pada bulan Maret dan puncaknya pada Bulan April.

"Sehingga produksi beras cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan Jawa Timur," jelasnya.

Menurutnya, luas panen pada semester I (Januari - Juni 2024) diperkirakan mencapai 1,200 juta hektare.

Dengan prakiraan produksi 6,776 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara 4,343 juta ton beras.

"Selain itu surplus beras diperkirakan menjapai 2,072 juta ton," katanya.
Rudy mengatakan, pihaknya melakukan langkah-langkah untuk menguatkan stok pangan.

Pertama, monitoring dan optimalisasi seluruh lahan pertanian di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur untuk meningkatkan produksi pangan dengan melakukan percepatan tanam bagi lahan-lahan yang sudah selesai panen dengan memanfaatkan benih varietas unggul bersertifikat dan toleran terhadap kekeringan.

"Kedua, melakukan antisipasi kekeringan dengan mengoptimalkan pemanfaatan  pompa air eksisting baik yang swadaya maupun bantuan pemerintah, Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), pembangunan embung, pembangunan perpompaan besar dan menengah, serta perpipaan jaringan irigasi," katanya.

Ketiga, penyusunan pola tanam dengan teknologi yang beradaptasi seperti pemilihan varietas, penyiapan tim/regu Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) maupun budidaya ramah lingkungan.

Keempat, pemantauan iklim dan cuaca melalui sistem peringatan dini (early warning system) dengan menggunakan informasi prediksi/prakiraan iklim/musim dari BMKG maupun instansi resmi lainnya.

"Kelima, menginformasikan dengan segera apabila terjadi bencana alam utamanya kekeringan pada pertanaman disertai dengan data yang akurat," pungkasnya.

Dengan Langkah-langkah tersebut diharapkan sektor pertanian di Jawa Timur tetap dapat berproduksi optimal sehingga menjaga ketahanan pangan. (mus/nur) 

Editor : Nurista Purnamasari
#jawa timur #cadangan beras #ketahanan pangan #stok pangan