Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Demand Meningkat, Lion Parcel Kembangkan Layanan dan Program Menarik untuk Pelanggan

Moh. Afik • Rabu, 29 Mei 2024 | 05:37 WIB
KEMBANGKAN LAYANAN: Kenny Kwanto (kanan) bersama Budi Santoso menunjukkan aplikasi Lion Parcel yang bisa diakses melalui smartphone dimana saja untuk peningkatan pelayanan pada customer.
KEMBANGKAN LAYANAN: Kenny Kwanto (kanan) bersama Budi Santoso menunjukkan aplikasi Lion Parcel yang bisa diakses melalui smartphone dimana saja untuk peningkatan pelayanan pada customer.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - Perkembangan e-commerce yang begitu pesat membuat bisnis logistik semakin menggiurkan.

Hal ini mendorong Lion Parcel terus meningkatkan pelayanan baik konvensional maupun yang berbasis teknologi untuk mendongkrak kinerja ke depan. 

Kenny Kwanto, Chief Marketing Officer Lion Parcel menjelaskan, tren belanja online yang terus meningkat berimbas positif pada kinerja Lion Parcel.

Sebab itu, pihaknya terus mengembangkan berbagai program dan inovasi untuk meningkatkan kinerja ke depan.

Apalagi Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia yang memiliki potensi market cukup besar.

Sebagai gambaran, saat peak season Ramadan 2024, Lion Parcel mencatat lonjakan tonase pengiriman barang 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Peningkatan ini karena tingginya belanja online untuk memenuhi kebutuhan puasa dan persiapan lebaran,” ujar Kenny, Selasa (28/5).

Sebab itu, lanjutnya, Lion Parcel selalu mempersiapkan berbagai antisipasi dan persiapan menghadapi peak season seperti bulan Ramadan.

Bahkan pihaknya juga menambah kapasitas Gudang agar dapat mendukung alur distribusi menjadi lebih cepat dan efisien.

Selain itu, pihaknya juga terus menambah jumlah armada di beberapa daerah untuk mengantisipasi lonjakan pengiriman agar barang terkirim dengan cepat dan tepat waktu pada pelanggan.

Sehingga tingkat kepuasan pelanggan terjaga dengan baik diatas 96 persen.

“Kami juga menghadirkan berbagai program dan layanan menarik. Yang terbaru kami luncurkan metode pembayaran COD Ongkir untuk memudahkan pelanggan,” ujarnya.

Hadirnya layanan COD Ongkir ini karena adanya kebutuhan para online seller yang berjualan di platform non-marketplace dan kesulitan untuk memikirkan urusan logistik, seperti perhitungan biaya ongkos kirim, proses pengiriman, hingga menerima pembayaran ongkos kirim.

Untuk itu, COD Ongkir diharapkan dapat membantu para seller fokus pada penjualan produk dan perkembangan bisnisnya.

Lion Parcel yang akan membantu urusan logistik secara menyeluruh hingga paket diterima oleh pembeli.

“Layanan COD Ongkir mendapat respons positif dari pelanggan dan penggunanya terus meningkat setiap bulan. Pembayaran COD Ongkir bisa menggunakan QRIS seluruh e-wallet dan bank,” jelas Kenny.

Terkait agen, Kenny menjelaskan, Lion Parcel cukup diminati masayarakat.

Terbukti hampir setiap bulan ada sekitar 5.000 orang yang mendaftar menjadi agen.

Selain bisnis logistik sangat menjanjikan, pihaknya juga memberikan bagi hasil berupa komisi cukup besar hingga 35 persen.

“Saat ini Lion Parcel memiliki 7.000 agen. Banyak yang sukses dengan pendapatan besar,” ungkapnya.

Sementara itu, Budi Santoso, Chief Experience Officer Lion Parcel menambahkan, Lion Parcel juga melakukan berbagai strategi dari sisi customer experience untuk meningkatkan pelayanan pada pelanggan.

Diantaranya, melakukan optimalisasi tim Operation Control Tower (OCT) untuk memaksimalkan pemantauan pengiriman barang hingga sampai pada pelanggan.

“Lion Parcel berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman yang baik bagi pelanggan, sehingga customer experience menjadi fokus kami pada keseluruhan proses pengiriman,” katanya.

Pihaknya juga menambah kapasitas bandwidth untuk layanan customer service.

Bahkan Lion Parcel mengembangkan Virtual Assistant Lion Parcel yaitu Liona, yang dilengkapi teknologi Generative AI untuk melayani kebutuhan pelanggan dengan lebih cepat, efektif, dan efisien.

Liona akan membantu para pelanggan yang membutuhkan informasi general seperti harga ongkos kirim dan melacak posisi paket.

Sementara agen customer service tetap melayani kebutuhan pelanggan yang lebih kompleks.

“Lion Parcel telah menetapkan aturan yang jelas antara peran teknologi dengan agen customer service. Dengan demikian, keberadaan teknologi dan keterlibatan manusia menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan untuk menghadirkan pengalaman pengalaman yang mengesankan, “ tutup Budi. (fix/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#marketplace #pelanggan #e-commerce #belanja online #Lion Parcel #peak season