SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - Bisnis beauty and skincare semakin menjanjikan.
Selain ditopang perubahan gaya hidup masyarakat, juga makin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan penampilan dalam aktivitas sehari-hari.
GM Marketing PT Nose Herbal Indo, Sri Rahayu Widya Ningrum mengatakan, industri kecantikan di Indonesia berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Hal ini didorong meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan penampilan.
Banyak individu yang memiliki passion di bidang kecantikan dan ingin membangun bisnis sendiri atau menjadi beautypreneur.
Namun, proses ini membutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan strategi yang tepat agar bisa sukses di industri kecantikan yang kompetitif.
Banyak dari mereka yang menemui kendala dalam memulai dan mengembangkan bisnisnya.
“Karena itu, sebagai perusahaan OEM kosmetik terbaik nomor dua, kami tergerak untuk membantu para individu yang memiliki passion di bidang kecantikan untuk mewujudkan mimpi mereka,” kata Sri Rahayu disela acara Nose Roadshow Seminar ‘Beauty Alchemy: Turning Passion to Profit’, Senin (27/5).
Diakuinya, saat ini banyak perusahaan OEM atau Maklon kecantikan di Indonesia.
Namun pihaknya tidak khawatir. Sebab masing-masing punya segmen sendiri-sendiri. Trennya juga naik terus.
Terbukti, saat ini jumlah customer Nose sekitar 1.000 merk. Mayoritas masih tetap eksisi ditengah ketatnya persaingan produk skincare dan kecantikan akibat makin membanjirnya produk-produk kecantikan dari luar seperti dari Tiongkok dan Korea.
“Kami tidak seperti Maklon biasa. Kami memberikan solusi. Tidak hanya produksi dan lepas tangan. Kami bantu dari awal. Maunya brand seperti apa sehingga sesuai dengan karakter brand owner-nya. Kami juga kerja sama dengan BRIN dan beberapa kampus utama seperti UGM dan Unpad,” tambahnya.
Sementara itu, Michelle Valencia, Brand Owner SKINOURU menambahkan, bisnis skincare dan kecantikan memiliki prospek yang sangat bagus. Karena produk kecantikan dan skin care sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Industri kecantikan terus bertumbuh terutama dikelas middle. Peluang ini harus dimanfaatkan dengan baik para beautypreneur.
Sehingga ke depan produk kecantikan dan skincare lokal akan semakin bisa bersaing dengan produk asing.
“Sekarang tidak hanya cewek, cowok juga semakin care dengan penampilannya. Kalau cewek, beauty dan skincare itu sudah kebutuhan sehari-hari. Karena itu, bisnis ini akan terus growing,” ujarnya.
Rendi Dimas, Marketing Team Numaskin mengatakan, pihaknya yakin bisnis kecantikan dan skincare akan terus berkembang.
Sebab itu, pihaknya yang semula menjadi reseller multi brand, sejak tahun 2021 memutuskan untuk membuat brand sendiri.
“Produk beauty itu market-nya sangat luas. Ini peluang. Kami akan semakin fokus untuk mengembangkan terutama produk toner dan moisturizer,” katanya.
CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata mengatakan, industri kecantikan di Indonesia memang sedang tumbuh pesat.
Penjualan produk kecantikan dan skincare pada kuartal I 2024 mencapai Rp 9 triliun atau tumbuh 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni Rp 6 triliun.
Produk yang banyak dicari di marketplace merupakan produk paket kecantikan dengan valuasi menembus Rp 900 miliar.
Selain itu, sunscreen menunjukkan pertumbuhan paling tinggi yakni 99 persen secara year on year.
"Selain semakin sadarnya konsumen tentang kesehatan kulit, cuaca juga sangat berpengaruh terutama sejak adanya berita heatwave,'' jelas Henindia.
Sementara Redynal Umar, Head of Sales ChatPlusAI menambahkan, Chatplus AI, salah satu software all e-commerce CS membantu para penjual menjawab semua pertanyaan dari setiap buyer.
Tujuannya meningkatkan brand produk dan menjaga penjualan agar tetap stabil.
Berkantor pusat di Shanghai China dengan 60 ribu perusahaan yang di-handle, Chatplus AI hadir di Indonesia tahun 2021. Saat ini hampir semua brand besar sudah pakai.
Selain produk kecantikan, target sampai akhir tahun, ingin merambah semua katagori termasuk UMKM.
“Biasanya mereka bermasalah di CS padahal kuncinya ada disini. Kami hadir untuk membantu menyelesaikan melalui AI,” kata Reydinal. (fix/nur)
Editor : Nurista Purnamasari