SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) – Sudah menjadi momen tahunan dika menjelang hari raya Idul Adha 2024 harga sapi mengalami lonjakan.
Kenaikan harga ini seiring dengan naiknya kebutuhan sapi siap potong untuk kurban.
Kenaikan permintaan sapi juga mendorong pedagang membutuhkan stok yang banyak.
Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jawa Timur Muthowif mengatakan, stok sapi potong di Jatim tahun 2024 sekitar 3,2 juta ekor sapi potong.
"Jumlah tersebut meliputi sapi anakan, sapi bakalan, sapi betina produktif, dan sapi indukan. Sedangkan sapi yang siap potong sekitar 150 ribu ekor sapi dalam setahun," ujarnya kepada Radar Surabaya, Minggu (26/5).
Muthowif menambahkan, data BPS Jawa Timur pada tahun 2022 menunjukkan jumlah sapi di Jawa Timur 5.070.240 ekor.
Menurutnya, belum ada data terbaru yang di publikasikan tahun 2023, sehingga perlu data jumlah sapi terbaru oleh instansi yang berwenang.
"Kalau saya menilai 5 juta ekor sapi potong yang ada di web BPS itu data tahun 2022, bukan data tahun 2023. Sehingga harus ada publikasi untuk memperbarui jumlah sapi potong, sapi bakalan, sapi betina produktif dan indukan. Jumlah tersebut hanya target program pemerintah, belum ada progres realisasi terbaru," tuturnya.
Saat ini, harga sapi siap potong atau sapi untuk kurban mengalami kenaikan Rp 3 - 4 juta per ekor.
Untuk tahun lalu sapu dengan harga Rp 21 juta jika disembelih bisa jadi 200 paket. "Kalau sekarang hanya jadi 170 paket. Ini karena dengan harga yang sama, bobot sapi tidak sama atau berkurang dibanding tahun lalu," terangnya.
Muthowif berharap Pemprov Jatim memastikan jumlah sapi potong, sapi siap potong, kuota luar provinsi dan realisasi program ternak di Jawa Timur.
Tujuannya untuk mempertahankan Jawa Timur sentra ternak rakyat. Selain itu juga memastikan stok mencukupi saat permintaan sedang tinggi seperti momen Idul Adha atau hari besar lainnya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari