Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

PLN Terima Kompensasi Tarif Listrik dari Pemerintah Sebesar Rp 17,8 Triliun

Nurista Purnamasari • Senin, 27 Mei 2024 | 03:15 WIB
Pembayaran kompensasi kepada PLN untuk pembayaran selisih tarif listrik beberapa golongan dengan Biaya Pokok Penyediaan listrik.
Pembayaran kompensasi kepada PLN untuk pembayaran selisih tarif listrik beberapa golongan dengan Biaya Pokok Penyediaan listrik.

JAKARTA (Radar Surabaya Bisnis) – Pemerintah memberikan kompensasi terhadap selisih tarif listrik beberapa golongan dengan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik kepada PT PLN (Persero).

Untuk periode kuartal IV 2023, PLN telah menerima pembayaran kompensasi dari pemerintah sebesar Rp 17,83 triliun.

Kompensasi tersebut sebagai wujud dukungan pemerintah melalui Kementerian Keuangan atas selisih tarif listrik beberapa golongan dengan BPP listrik.

Pembayaran kompensasi tersebut merupakan nilai kompensasi untuk periode kuartal IV 2023

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengapresiasi dukungan pemerintah dalam merealisasikan dana kompensasi ini.

Selain berkontribusi dalam menjaga likuiditas PLN, pembayaran kompensasi juga menjadi bentuk dukungan pemerintah pada upaya menggerakkan roda perekonomian lewat sektor kelistrikan.

"Negara benar-benar hadir mendukung layanan kelistrikan dan membantu perseroan untuk terus bertumbuh dengan arus kas positif. Lebih jauh, PLN dapat semakin aktif di mana listrik bukan sekadar untuk menerangi namun juga menggerakkan perekonomian masyarakat," kata Darmawan akhir pekan lalu.

Darmawan menjelaskan, di tengah berbagai tantangan ekonomi global yang terjadi, Pemerintah Indonesia bersama PLN terus berupaya menghadirkan energi listrik yang berkeadilan dan terjangkau.

Ini ditunjukkan lewat kebijakan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Ini juga wujud bahwa negara hadir untuk menjaga daya beli dan memperoleh pelayanan listrik yang berkesinambungan,” ujar Darmawan.

Meskipun dihadapkan berbagai tantangan perekonomian, PLN tetap berkomitmen mendorong pertumbuhan kinerja.

Sepanjang tahun 2023, penjualan listrik PLN mengalami kenaikan menjadi 285,23 Terrawatt hour (TWh).

Realisasi penjualan ini tumbuh 5,32 persen year on year (YoY) dari tahun 2022 sebesar 270,82 TWh.

Segmen bisnis menjadi salah satu penopang utama dengan pertumbuhan mencapai 12,53 persen.

Sementara, segmen industri menjadi penyumbang penjualan listrik terbesar dengan 30,72 persen dari total energi jual.

Sepanjang tahun 2023 PLN melakukan extraordinary effort untuk menjaga stabilitas kondisi keuangan PLN dengan melakukan upaya efisiensi.

PLN memiliki program Cash War Room (CWR) yang berfokus pada penguatan manajemen keuangan secara komprehensif, baik dari sisi pengendalian anggaran dan performance, pengelolaan likuiditas dan manajemen utang, maupun pengelolaan valuasi aset.

Pada tahun 2024, CWR mulai menambahkan fokus pada upaya peningkatan top line melalui optimasi penjualan dan distribusi.

“Dengan program ini kami betul-betul punya visibility, baik itu revenue maupun pengeluaran cost kami, mulai dari jangka pendek, menengah dan panjang. Sehingga pengelolaan keuangan lebih optimal dan efisien,” pungkas Darmawan. (bis/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#biaya pokok produksi #pln #tarif listrik #pemerintah #kementerian keuangan