Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Segini HPP Tebu yang Ditetapkan Pemerintah

Mus Purmadani • Sabtu, 18 Mei 2024 | 14:05 WIB
MUSIM GILING: Untuk menjaga keseimbangan harga gula, pemerintah telah menentukan harga pembelian tebu.
MUSIM GILING: Untuk menjaga keseimbangan harga gula, pemerintah telah menentukan harga pembelian tebu.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - Pemerintah telah menentukan harga pembelian tebu di awal musim giling yang akan berlangsung di pertengahan Mei ini. 

Penentuan harga pembelian tebu tersebut bertujuan untuk menjaga keseimbangan harga gula dari hulu hingga hilir.

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan telah menerbitkan Surat Edaran (SE) No. B-406/KB 110/E/05/2024 tanggal 3 Mei 2024, menyatakan antara lain harga dengan sistem pembelian tebu di wilayah Jawa pada rendemen 7 persen senilai Rp 690 ribu per ton tebu.

"Hal ini sudah memperhitungkan keuntungan petani sebesar 10 persen dari Biaya Pokok Produksi (BPP) tebu Rp 635 ribu. Ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri gula nasional secara berkelanjutan," ujar Koordinator Tanaman Semusim Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Haris Darmawan, Jumat (17/5).

Menurutnya, Harga Pokok Pembelian (HPP) tersebut juga harus memperhatikan rendemen tebu.

"Apabila rendemen tebu lebih tinggi atau lebih rendah dari 7 persen, maka harga pembelian tebu juga harus disesuaikan secara proporsional," katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Survei Biaya Pokok Produksi (BPP) Tebu di Tingkat Petani Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Purwono mengatakan, secara umum biaya usaha tani tebu untuk wilayah pulau Jawa adalah Rp 55.440.321 per hektare.

Sedangkan BPP tebu tahun 2024 untuk wilayah pulau Jawa sebesar Rp 626.326 per ton tebu pada rendemen 7 persen.

“Dengan keuntungan pekebun 10 persen, HPP tebu wilayah Jawa tahun 2024 adalah Rp 690 ribu per ton tebu. Jumlah ini naik Rp 40 ribu per ton tebu dari HPP tahun 2023. Kemudian luas tebu ratoon cane (RC) tahun giling 2024 naik menjadi 91,5 persen dari 89,7 persen tahun 2023 terhadap luas total tabu rakyat (TR),” katanya.

Purwono mengusulkan, untuk perhitungan BPP dan HPP gula digunakan dasar HPP tebu wilayah pulau Jawa tahun 2024.

Berdasarkan HPP tebu, biaya olah dan marjin pabrik, diperoleh HPP gula sebesar Rp 13.500 per kilogram gula.

“Jika ditambah marjin tata niaga, maka Harga Acuan Tertinggi adalah Rp 15 ribu per kg gula,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur Heru Suseno mengatakan, Jawa Timur merupakan penghasil Gula Kristal Putih (GKP) terbesar secara nasional.

“Kontribusi sebesar 49,67 persen dari produksi secara nasional sebesar 2.268.395 ton,” ujarnya.

Heru megatakan, pada tahun 2023, terjadi kenaikan luas areal bila dibandingkan dengan luas areal di tahun 2022 sebesar 219.211 hektare menjadi sebesar 226.520 hektare tahun 2023.

Dari luas areal tersebut, berhasil memproduksi GKP sebesar 1.126.796 ton yang diproduksi oleh 29 pabrik gula yang tersebar di beberapa kabupaten di wilayah Jawa Timur.

Kenaikan luas areal tersebut, ternyata tidak diikuti dengan kenaikan produksi. Produksi GKP Jawa Timur di tahun 2022 sebesar 1.192.034 ton dan mengalami penurunan pada tahun 2023 menjadi 1.126.796 ton atau mengalami penurunan sebesar 65.238 ton.

“Situasi ini, ternyata disebabkan karena musim awal giling dimulai lebih cepat dari yang semestinya, ketika usia tebu belum mencukupi untuk dipanen,” ujarnya.

Sehingga mengakibatkan produktivitas dan rendemen di bawah standar yang kemudian berpengaruh kepada menurunnya angka produksi GKP,” katanya.

Selain itu, penataan varietas dengan masa tanam yang proporsional merupakan hal yang patut untuk diperhatikan bersama, baik tebu varietas masak awal, masak tengah, sampai dengan tebu varietas masak lambat.

“Sehingga kebutuhan bahan baku tebu bagi pabrik gula akan terjaga dan lebih utama kemudian ialah produksi gula di Jawa Timur akan dapat ditingkatkan performanya pada tahun yang akan datang,” pungkasnya. (mus/nur) 

Editor : Nurista Purnamasari
#jawa timur #petani #gula #tebu #pabrik gula