Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ini Dampak Positif Keberadaan Warung Madura

Mus Purmadani • Rabu, 15 Mei 2024 | 01:28 WIB
JADI BRAND MARK: Warung Madura kini keberadaanya menjamur di masyarakat.
JADI BRAND MARK: Warung Madura kini keberadaanya menjamur di masyarakat.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - Warung atau toko Madura masih menjadi polemik dan sorotan di masyarakat maupun beberapa kalangan.

Dibalik polemik tersebut, warung Madura cukup berdampak baik pada perputaran ekonomi maupun penyerapan tenaga kerja.

Ketua Kadin Surabaya HM Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti turut menanggapi fenomena warung Madura tersebut.

Laki-laki yang akrab disapa Mas Andi ini menegaskan bahwa sebenarnya warung Madura adalah sebuah inovasi untuk membuat diferensiasi yang dilakukan oleh pelaku usaha setempat.

“Warung Madura itu sebenarnya toko serba ada. Dan strategi diferensiasinya adalah bahwa warung Madura itu buka 24 jam. Dan sah-sah saja warung Madura buka 24 jam sepanjang tidak ada aturan yang melarang,” ungkapnya, Selasa (14/5).

Lebih lanjut mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur tersebut mengungkapkan, keberadaan warung Madura sebenarnya mendatangnya berbagai kemanfaatan bagi masyarakat Surabaya.

Pertama adalah terpenuhinya kebutuhan masyarakat Surabaya saat malam hari.

Karena sebagai kota besar, aktivitas warga Surabaya tidak hanya 12 jam, bahkan banyak yang mulai beraktivitas 24 jam.

“Ada banyak warga yang merasa terbantu dengan adanya warung Madura. Dan warung Madura sendiri, the real economy dagang, di situ sangat membantu perputaran uang di kota Surabaya,” katanya.

Warung Madura, lanjut Mas Andi, memiliki segmentasi berbeda dengan toko modern, baik toko modern besar ataupun kecil.

Sehingga tidak perlu dikhawatirkan warung Madura akan menggerus pasar toko modern tersebut.

Kedua, menjadi peluang bagi tenaga kerja di Surabaya. Warung Madura, ujar Mas Andi, telah memberikan peluang kerja bagi tenaga kerja di Surabaya.

Bisa dibayangkan, berapa banyak tenaga kerja yang bisa dipekerjakan jika satu warung Madura butuh 2-3 tenaga kerja.

“Kalau secara kinerja, kalau penjaga warung tiga shift, maka minimal mempekerjakan tiga orang, atau seminimnya dua orang. Sehingga secara tidak langsung, berapa banyak tenaga kerja yang terserap di sana,” jelasnya.

Apalagi warung Madura sebenarnya bukan hanya milik orang Madura, tetapi ada banyak suku di Indonesia yang juga mengembangkan toko Madura.

Toko Madura menjadi semacam brand mark untuk toko serba ada yang buka 24 jam.

Terkait rumor adanya pelaku usaha besar yang mendanai dan menguasai, Mas Andi yakin hal itu tidak terjadi.

“Saya pernah berkunjung ke toko Madura, saya berinteraksi dan diskusi warung Madura itu bukan hanya milik orang Madura tetapi ada banyak suku atau ras yang mengelola dan membuka warung Madura,” paparnya.

“Warung Madura hanya sebutan saja. Saya pernah menemukan ada orang Bugis buka warung Madura. Yang penting toko Madura itu terkenal buka 24 jam,” pungkasnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Ali Affandi #Perputaran Ekonomi #kadin surabaya #tenaga kerja #surabaya #warung madura