Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Di Tengah Perlambatan Global, Sektor Manufaktur Indonesia Masih Ekspansif

Nurista Purnamasari • Minggu, 12 Mei 2024 | 14:05 WIB
KINERJA POSITIF: Sektor manufaktur Indonesia masih ekspansif dan mampu menyerap tenaga kerja.
KINERJA POSITIF: Sektor manufaktur Indonesia masih ekspansif dan mampu menyerap tenaga kerja.

JAKARTA (Radar Surabaya Bisnis) - Di tengah melambatnya aktivitas manufaktur global, apalagi dengan adanya konflik geopolitik dan krisis global yang cukup berpengaruh ke perekonomian dunia, sektor manufaktur Indonesia masih cenderung berada di level ekspansif.

"PMI manufaktur Indonesia masih di atas 52,9, artinya kita masih lebih baik dari negara lain, seperti China (51,4) maupun Malaysia (49,0)," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Sabtu (11/5).

Tak hanya sektor manufaktur yang tetap Tangguh, perekonomian Indonesia juga tercatat tetap positif.

Pada kuartal I 2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di level 5,11 persen year on year (yoy) , atau lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang berada di level 5,03 persen (yoy).

"Sebesar 5,11 persen (yoy) relatif tertinggi, karena pertama kita ada Lebaran, kedua kita ada Pemilu. Jadi, biar bagaimanapun Pemilu meningkatkan konsumsi domestik," ujar Airlangga.

Kinerja dunia usaha dan industri yang masih tumbuh juga nampak dari
sisi ketenagakerjaan.

Hal itu terlihat dari jumlah penduduk bekerja bertambah sebanyak 3,5 juta orang menjadi 142,18 juta orang.

Sedangkan jumlah pengangguran berkurang hampir 800 ribu orang dibandingkan akhir tahun 2023 menjadi 7,2 juta orang.

“Pekerja formal berada di angka 40,8 persen, atau lebih tinggi daripada Februari 2023,” ujar Airlangga.

Situasi geopolitik di tingkat global masih menunjukkan tren yang belum membaik sampai saat ini.

"Geopolitik perang Ukraina belum selesai, sementara kita lihat di Timur Tengah Hamas - Israel, ditambah lagi pertempuran Iran dan Israel," ujar Airlangga.

Selain itu, kondisi pertumbuhan ekonomi di Eropa juga cenderung masih rendah di tengah transisi periode pasca pandemi Covid-19. (ant/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#manufaktur #Konflik Geopolitik #ekonomi global #indonesia #ketenagakerjaan