Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Freeport Gresik Beroperasi, Indonesia Bisa Produksi 50 Ton Emas Batangan per Tahun

Nurista Purnamasari • Rabu, 8 Mei 2024 | 17:39 WIB
Smelter Freeport Indonesia di Gresik bakal menjadi harapan untuk memproduksi emas di dalam negeri.
Smelter Freeport Indonesia di Gresik bakal menjadi harapan untuk memproduksi emas di dalam negeri.

JAKARTA (Radar Surabaya Bisnis) – Di bidang pertambangan, Indonesia mempunyai sumber daya dan potensi yang luar biasa. Salah satunya pertambangan emas.

Bahkan diperkirakan bakal bisa memproduksi emas batangan mencapai 50 ton per tahunnya.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, Indonesia akan memproduksi emas batangan secara mandiri hingga mencapai 50 ton.

“Mulai Mei nanti insyaallah kita akan memproduksi emas di dalam negeri di Manyar, Gresik, 50 ton per tahun,” kata Wirjoatmodjo di Jakarta dikutip dari Antara, rabu (8/5).

Pria yang akrab disapa Tiko ini menuturkan, sebelumnya untuk memproduksi emas batangan atau emas bullion, Freeport perlu mengirim konsentrat ke Jepang, setelah itu kemudian kembali didatangkan ke Indonesia setelah diproses.

“Jadi dulu bullion itu kalau zaman dulu konsentratnya dikirim dari Freeport dicetak di Jepang lalu dikembalikan lagi ke Indonesia,” ujar Tiko.

Ia menjelaskan, produksi emas batangan bisa dilakukan setelah smelter milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik beroperasi yang ditargetkan mulai produksi pada bulan ini.

Saat ini negara-negara besar seperti China, Amerika kembali melirik emas sebagai investasi.

Apalagi di tengah situasi geopolitik yang sekarang semakin tidak dapat diprediksi dan harga aset yang juga naik turun sehingga banyak orang kaya yang kembali lagi berinvestasi dengan emas.

“Saya percaya bahwa emas bukan ‘sunset’. Jadi teman-teman baca di google saat ini justru negara-negara besar, China, Amerika malah back to gold lagi karena dengan situasi geopolitik yang sekarang semakin tidak terprediksi dan aset yang juga naik turun harganya, ini banyak aset manajement company, orang orang kaya yang kembali lagi berinvestasi emas,” tutur Tiko.

Menurut Tiko, investasi emas merupakan aset yang akan selalu ada dan bahkan bisa menjadi salah satu pilihan investasi yang tahan terhadap inflasi maupun keadaan gejolak politik global.

“Jadi di dunia gold ini semakin menjadi center, dan kita beruntung juga kita dari ekosistem BUMN mulai tahun ini kita bisa memproduksi emas di Indonesia,” tutur Tiko.

Tiko menambahkan, peluang investasi dengan emas akan terbuka lebar karena akan ada bank emas yang akan di kelola oleh PT Pegadaian.

Wamen BUMN meminta agar PT Pegadaian memasifkan sosialisasi layanan bank emas atau bullion service kepada masyarakat luas.

Sering dengan mengupayakan izin dari pemerintah terkait layanan tersebut. (ant/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#freeport indonesia #smelter gresik