SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) – Memasuki panen raya harga gabah kering panen (GKP) pada tingkat petani mulai turun.
Akan tetapi penurunan harga gabah tersebut belum dibarengi dengan penurunan harga beras.
Harga beras di pasaran masih fluktuatif (naik turun), bahkan saat ini harga beras medium mengalami kenaikan.
Menteri Perdagangan Zulkipli Hasan (Zulhas) mengatakan bahwa harga beras sudah turun.
"Bahkan harga gabah di Jatim sudah mencapai Rp 5.000 per kilogram," ujar Zulhas.
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat harga GKP pada bulan April 2024 turun sebesar 19,05 persen dibanding Maret 2024.
Demikian juga dengan harga gabah kualitas GKG juga mengalami penurunan sebesar 20,01 persen.
Pada tingkat penggilingan harga beras untuk semua kualitas pada bulan April 2024 mengalami penurunan dibanding Maret 2024.
Sementara itu, pada panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) harga GKP tingkat petani per 29 maret Rp 5.380 per kilogram, GKP tingkat penggilingan Rp 5.910 per kilogram.
Untuk gabah kering giling (GKG) tingkat penggilingan Rp 6.870 kilogram dan beras medium penggilingan Rp 11.810 per kilogram.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Bulog Jatim Ermin Tora mengatakan, hingga saat ini stok beras Bulog Jatim mencapai 300 ribu ton.
Menurutnya, pihaknya sudah melakukan serapan beras 30 ribu ton atau 6.000 ton GKP. "Namun kami masih melakukan serapan beras petani," katanya.
Sementara untuk harga GKP yang diserap Rp 6.000 per kilogram. Sedangkan GKG Rp 7.400 per kilogram dan beras Rp 11.000 per kilogram.
Sementara itu, Suroto warga Kecamatan Tugu, Trenggalek mengatakan harga GKP saat ini Rp 5.600 per kilogram. Dan untuk harga beras medium Rp 12.000 per kilogram.
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga rata-rata beras medium Rp 11.726.
Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Sumenep yakni Rp 13.000 per kg.
Dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Tulungagung Rp 10.733 per kg. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari