Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Segini Realisasi Perputaran Uang saat Momen Lebaran di Jatim

Mus Purmadani • Kamis, 25 April 2024 | 14:05 WIB
KONSUMSI RUMAH TANGGA: Aktivitas belanja masyarakat yang tinggi saat momen Ramadan dan lebaran menjadi pendorong perputaran uang di Jatim.
KONSUMSI RUMAH TANGGA: Aktivitas belanja masyarakat yang tinggi saat momen Ramadan dan lebaran menjadi pendorong perputaran uang di Jatim.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) – Tingginya daya beli dan minat belanja masyarakat saat Ramadan dan lebaran menjadi salah satu pendorong perputaran uang di momen tersebut.

Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Timur menyebut realisasi perputaran uang atau arus kas keluar (outflow) di Jawa Timur selama momen lebaran tahun ini mencapai Rp 21 triliun.

Kepala BI Jatim Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, jumlah realisasi pergerakan uang selama momen lebaran tersebut berada di bawah angka yang diprediksi sebelumnya, yakni Rp 23,2 triliun.

“Prediksi kebutuhan uang masyarakat untuk lebaran tahun ini awalnya Rp 23,2 triliun, sebab realisasi di lebaran 2023 adalah Rp 22,3 triliun atau ada peningkatan 4 persen. Namun realisasinya tahun ini hanya Rp 21 triliun, lebih rendah dari perkiraan,” katanya, Rabu (24/4).

Meski demikian, lanjut Erwin, seluruh kebutuhan uang masyarakat baik secara jumlah maupun pecahan dapat dipenuhi sesuai ketersediaan, yakni Rp 23,2 triliun.

Dia menambahkan, selama Januari - April 2024 memang menjadi periode puncak outflow dengan mempertimbangkan momen Imlek, Pemilu, Ramadan dan Idul Fitri yang berlangsung berdekatan.

Adapun realisasi outflow pada Januari 2024 tercatat Rp 637 miliar, lalu pada Februari mencapai Rp 4,5 triliun dan Maret mencapai Rp 13,7 triliun sehubungan dengan kebutuhan pemenuhan uang perbankan dan masyarakat untuk momen Imlek, Ramadan dan Idul Fitri.

Menurutnya, perputaran uang selama lebaran ini cukup mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi rumah tangga, termasuk adanya gelaran pemilihan umum presiden dan legislatif yang baru saja usai.

Untuk itu BI memperkirakan ekonomi Jatim di tahun ini masih akan tumbuh sesuai target antara 4,7 persen hingga 5,5 persen, dengan tren inflasi yang cenderung sedikit lebih tinggi tetapi masih dalam rentang 2,5 persen plus minus 1 persen.

“Dengan kondisi global yang kelihatannya masih cukup menantang, kita akan bergantung pada permintaan dalam negeri khususnya konsumsi rumah tangga,” pungkasnya.

Oleh sebab itu BI Jatim optimistis ekonomi masih akan tumbuh apalgi jika didorong dengan mengoptimalkan pasar local yang potensial. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#ramadan #perputaran uang #konsumsi rumah tangga #lebaran #bank indonesia #bi jatim #daya beli