Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Di Atas Harga Acuan, Segini Harga Pembelian Jagung Petani oleh Bulog Jatim

Mus Purmadani • Kamis, 25 April 2024 | 03:02 WIB
SERAP PRODUKSI LOKAL: Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jatim Ermin Tora saat meninjau penjemuran jagung oleh petani.
SERAP PRODUKSI LOKAL: Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jatim Ermin Tora saat meninjau penjemuran jagung oleh petani.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) – Jagung menjadi salah satu komoditas penting yang harga dan pasokannya diintervensi oleh pemerintah.

Selain untuk kebutuhan industri, jagung juga menjadi komoditas pakan ternak yang harganya kerap bergejolak.

Oleh sebab itu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan penugasan perihal penyerapan hasil panen petani untuk komoditi jagung.

Dengan adanya penyerapan jagung oleh pemerintah, dalam hal ini Bulog diharapkan petani bisa mendapatkan harga jual yang wajar.

Minimal sesuai dengan harga acuan pembelian jagung yang ditetapkan pemerintah.

Harga acuan pembelian jagung ini diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2022 tentang harga acuan pembelian jagung di tingkat produsen yaitu sebesar Rp 4.200 per kg dengan kadar air maksimal 15 persen.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jatim Ermin Tora menuturkan, pihaknya telah menyiapkan gudang Bulog untuk melakukan pembelian jagung pipilan kering dengan kadar air maksimal 15 persen dengan harga Rp 5.000 per kg af (di depan) Gudang Bulog.

Sesuai dengan data dalam Panel Harga Pangan Bapanas, harga jagung pipilan kering di tingkat produsen Provinsi Jawa Timur ini antara Rp 4.700 – Rp 4.900 per kg.

Sementara itu, Presiden Jokowi memastikan produksi jagung terus meningkat.

Menurutnya, impor jagung yang dulunya 3,5 juta ton sekarang sudah 400 ribu - 450 ribu ton.

Selain itu, Jokowi juga menyoroti penurunan harga jagung yang signifikan dari Rp 8.000 per kg pada tahun lalu, kini di angka Rp 5.500-4.000 per kg.

"Tapi juga yang kedua yang berkaitan dengan harga per kg kalau yang tahun lalu Rp 8.000 kg sekarang turun jadi Rp 4.000-Rp 5.500 kg. Artinya apa, kalau harganya sudah turun begitu, produksinya pasti melimpah dan naik," katanya.

Jokowi berharap agar produksi jagung terus meningkat dan meminta Perum Bulog untuk menyerap dengan harga yang wajar agar petani tidak mengalami kerugian.

"Kita berharap dua-duanya, produksinya meningkat tetapi harganya juga naik. Itu yang harus dilakukan pemerintah dengan melakukan pembelian oleh Bulog,"  katanya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Bulog segera menyerap produksi jagung dan gabah dalam negeri yang saat ini memasuki panen raya besar.

Amran mengaku khawatir jika Bulog tidak menyerap, harga jagung di tingkat petani akan semakin jatuh.

Selain menyerap, lanjut Amran, Bulog juga harus membeli dengan harga yang wajar alias menguntungkan.

“Jangan sampai, petani rugi karena hasil panen lebih murah dari biaya ongkos produksi. Jadi harus seimbang antara stabilisasi harga, sementara itu petani juga tetap untung,” tegasnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#jawa timur #petani #hasil panen #jokowi #jagung #Bulog Jatim