SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya cukup sigap menghadapi kenaikan harga komoditas bahan pokok yang belakangan harganya teru bergejolak dan melonjak. Hal ini sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi.
Salah satu upayanya adalah melalui kios TPID yang memberikan tempat bagi masyarakat untuk bisa membeli bahan pangan dengan harga terjangkau.
Oleh karena itu Pemkot Surabaya terus berupaya menambah jumlah dan lokasi sebaran kios TPID ini.
Terbaru, Pemkot Surabaya kini memilik lima unit kios TPID baru di Kota Pahlawan.
Kios TPID sebelumnya hanya ada di beberapa pasar besar saja seperti Pasar Genteng dan Pasar Pucang saja.
Kini, dengan bertambahnya lima unit kios baru ini, diharapkan pemantauan harga bisa semakin massif sehingga pengendalian inflasi bisa lebih maksimal di Kota Pahlawan.
Kelima unit kios TPID itu merupakan bagian dari corporate social responsibility (CSR) dari PT Yekape yang diserahkan kepada PD Pasar Surya.
Kios baru ini ada di Pasar Kembang, Pasar Gubeng Masjid, Pasar Banjar Sugihan, Pasar Gayungan dan Pasar Dupak Bangun Rejo.
Direktur Utama PT Yekape Hermien Rosita menyampaikan, pembangunan kios itu berawal dari keinginan pemkot agar semua pihak terlibat dalam penanganan inflasi di Surabaya.
Koordinasi antara PT Yekape dengan Dinkopdag Surabaya kemudian menurut dia menghasilkan keputusan untuk membangun kios TPID di pasar tradisional yang berada dalam pengelolaan PD Pasar Surya.
"Jadi kami diberi tugas untuk membantu Dinkopdag terkait upaya agar masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga murah," kata Hermien, Selasa (23/4).
Melalui kios-kios ini, Hermien melanjutkan, diharapkan kebutuhan stok bahan pokok dan harganya bisa stabil.
Sebab, menurut dia, kunci untuk dapat menstabilkan kebutuhan bahan pokok dan harga ini adalah dengan memotong mata rantai distribusi barang. Hal itu dia dapat usai mendatangi food station di Jakarta.
"Harapannya Kios TPID mampu memberikan rasa aman dan harga murah kepada masyarakat. Hal-hal lainnya nanti bisa disinergikan antar BUMD. Mudah-mudahan kios ini bisa bermanfaat," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Surya Agus Priyo menyatakan, salah satu yang menjadi perhatian Wali Kota Surabaya saat ini adalah pengendalian inflasi.
Agus menuturkan, wali kota meminta agar TPID bisa memantau penuh arus distribusi dan harga bahan pokok.
Pembangunan lima kios baru ini merupakan bukti nyata sinergitas antar BUMD.
Dia mengaku, PD Pasar Surya sangat terbuka dalam hal peningkatan kerja sama antar BUMD semacam.
Sebab dari hal itu bisa terlihat komitmen kerja nyata pemkot dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakatnya.
"Dengan adanya kios TPID ini tentu sangat membantu untuk melakukan pemantauan tersebut," ucapnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari