SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) – Kota Surabaya masih menjadi magnet bagi para investor, baik dalam negeri maupun investor asing.
Hal ini pula yang membuat Surabaya optimistis realisasi investasi di triwulan pertama meningkat.
Di triwulan pertama tahun ini realisasi investasi di Kota Surabaya diklaim naik 5 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Banyak investor baru yang kini disebut-sebut mulai gencar berinvestasi di wilayah Surabaya Timur.
Koordinator Promosi Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Surabaya Hefli Syarifuddin menyampaikan, tahun 2023 kemarin, investor lebih banyak berinvestasi di wilayah Surabaya Barat dan pusat. Tahun ini, mulai melebar ke Surabaya bagian timur.
"Ada peningkatan (investasi). Sekarang ada di tiga titik. Surabaya Barat, Timur, dan Surabaya Pusat," kata Hefli, Senin (15/4).
Hefli menyebutkan, pada tahun-tahun sebelumnya, nilai investasi Surabaya saat masuk triwulan pertama berkisar di angka Rp 5 triliun.
Pada tahun ini, dia memprediksi ada kenaikan capaian di triwulan pertama ini sekitar 5 persenan.
"Biasanya triwulan pertama memang belum tinggi (capaian investasinya), (prediksinya) naik sekitar 5 persenan. Untuk angka pastinya sekarang masih proses pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM)," ucap Hefli.
Hefli menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan nilai investasi diprediksi ada kenaikan.
Faktor-faktor itu seperti infrastruktur jalan yang sudah diperbarui. Kemudian mulai banyaknya kawasan perumahan di wilayah tersebut.
"Daerah sekitaran MERR (Middle East Ring Road) kemudian di Gunung Anyar juga,” jelasnya.
“Sejak infrastruktur jalan di MERR itu, wilayah timur mulai makin hidup. (Dominasi jenis investasinya) seperti kafe dan restoran itu mulai tumbuh," imbuhnya.
Lebih jauh, Hefli menyampaikan, selain karena infrastruktur yang sudah cukup memadai.
Hal lain yang cukup menunjang naiknya nilai investasi ini karena sosialisasi yang digencarkan dinas.
Sosialisasi itu menurut Hefli menyasar pada asosiasi-asosiasi yang terkait potensi investasi di Kota Surabaya seperti asosiasi hotel, Kadin, dan HIPMI.
"Kemudian kita juga promosi melalui pameran-pameran. Kita kerja sama juga dengan perwakilan negara asing di Surabaya,” terangnya.
“Termasuk juga koordinasi secara intens dengan provinsi dan BKPM pusat," pungkasnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari