Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ini Cara Pemkot Surabaya Mengamankan Stok Cabai dan Bawang Merah jelang Lebaran

Dimas Mahendra • Jumat, 5 April 2024 | 13:36 WIB
SUDAH DIANTISIPASI: Pemkot Surabaya memastikan pasokan cabai dan bawang merah aman serta harganya mulai stabil.
SUDAH DIANTISIPASI: Pemkot Surabaya memastikan pasokan cabai dan bawang merah aman serta harganya mulai stabil.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) – Menjelang lebaran biasanya permintaan dan harga sejumlah kebutuhan pokok melonjak.

Oleh karenanya perlu diantisipasi baik dari segi pasokan mupun stabilisasi harga.

Upaya menekan laju harga kebutuhan bahan pokok terus digalakkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Mulai dari menggelar pasar murah, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga bekerja sama dengan sejumlah petani untuk memasok kebutuhan pangan seperti cabai dan bawang merah. 

Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya Dwi Suryaning Endah Yanie menyebut, saat ini harga cabai yang beberapa waktu lalu sempat meroket, kini sudah berangsur turun.

"Baik cabai merah dan rawit turun harganya hari ini (kemarin, Red). Di tanggal 2 April, harga cabai rawit merah di angka Rp 24.666, sekarang turun di Rp 22.833. Lalu cabai merah besar di angka Rp 35.166 sekarang di Rp 33.333," kata Dwi, Kamis (4/4). 

Berbeda dengan cabai, harga bawang merah saat ini masih bertengger di angka Rp 28.000 per kilogram.

Kendati begitu, Pemkot melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Surabaya menurut dia terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas harga. 

Termasuk juga untuk memenuhi stok kebutuhan di momen jelang hari raya Idul Fitri saat ini.

Tim yang terdiri dari beberapa stakeholder seperti DKPP dan Dinkopdag ini menurut dia juga sudah bekerja sama dengan beberapa daerah penghasil. 

"Contoh kemarin untuk beras kami dapat dari Bojonegoro. Lalu bawang merah juga kami dapat dari Bojonegoro. Kemudian untuk telur kami dari Mojokerto. Ini untuk pasar murah dan GPM yang jadi langkah intervensi bahan pokok untuk mengendalikan harga di pasaran," ucapnya.

Terkait stok untuk cabai dan bawang merah sendiri, Dwi mengaku semuanya masih aman.

Sebutlah untuk kebutuhan cabai baik itu cabai merah rawit dan cabai merah besar, Dwi menyebut pemkot memiliki ketersediaan hingga 2.000 ton.

Sedangkan untuk bawang merah, dia menyebut ada ketersediaan stok sebanyak 2.400 ton. 

"Jadi masih aman. Kebutuhan kita bawang merah ini hanya di angka 700 kilogram, cabai 300 kilogram. Dengan ketersediaan ini, sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Surabaya jelang Idul Fitri," sebutnya. 

Di sisi lain, Kepala Bidang Distribusi Perdagangan Devie Afrianto menambahkan, selain ada pasar murah dan GPM, pemerintah juga menyediakan kios TPID untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok warga Surabaya.

Kios ini tersebar di beberapa titik pasar se Surabaya. Mulai dari Pasar Genteng, Pucang, hingga Wonokromo sudah ada kios tersebut. 

"Sementara (di kios TPID ini), masih didominasi beras medium. Kami sedang menjajaki untuk bisa supply minyak goreng dan gula," ucap Devie. 

Harga yang ditawarkan untuk beras medium ini, Devie menyebut perkilogramnya berada di angka Rp 10.900.

Sedangkan untuk minyak goreng per liternya di angka Rp 16.500 dengan jenis minyak goreng premium.

Kios ini menurut dia akan terus buka sebagai salah satu sarana pemerintah untuk menyetabilkan harga bahan pokok. (dim/nur) 

Editor : Nurista Purnamasari
#lebaran #gerakan pangan murah #cabai #bawang merah #surabaya #bahan pokok #pemkot surabaya