Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Dorong Pasar Baja Ringan Tumbuh di 2024, Kencana Gandeng PII, HAPI dan Perguruan Tinggi

Moh. Afik • Jumat, 5 April 2024 | 12:00 WIB
TEKEN KERJA SAMA: Direktur PT KMB Susanto (kanan) bersama Ketua PII Jatim Dr. Ir. Gentur Prihantono meneken MoU kerja sama untuk meningkatkan pemahaman dan pemakaian baja ringan yang berkualitas.
TEKEN KERJA SAMA: Direktur PT KMB Susanto (kanan) bersama Ketua PII Jatim Dr. Ir. Gentur Prihantono meneken MoU kerja sama untuk meningkatkan pemahaman dan pemakaian baja ringan yang berkualitas.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - Tahun 2024, kondisi pasar baja ringan masih lesu.

Selama kuartal pertama tahun 2024, penjualan masih belum menunjukan tren menggembirakan.

Sebab itu, kalangan pengusaha baja ringan berharap dilibatkan dalam berbagai proyek strategis nasional.

Susanto, Direktur PT Kencana Maju Bersama (KMB) mengatakan, setelah pemilu, pasar baja ringan tahun ini belum ada tanda-tanda menggembirakan.

Selain karena ekonomi masih melambat, juga bertepatan dengan bulan Ramadan.

“Kami para pengusaha menunggu kebijakan di era pemerintahan yang baru nanti seperti apa. Kami berharap ada kebijakan yang membuat pasar baja ringan kembali membaik,” kata Susanto, disela penandatanganan MoU dengan HAPI, PII dan SIMT ITS, Selasa (2/4).

Dijelaskan Susanto, pada tahun 2023, kondisi pasar baja ringan mengalami pertumbuhan sekitar 20 persen dari tahun 2022.

Dia berharap tahun ini pertumbuhanya minimal bisa sama atau bahkan lebih besar lagi.

“Kami berharap adanya dukungan pemerintah terutama pada proyek-proyek besar seperti pembangunan IKN (Ibu Kota Nusantara). Kami berharap bisa dilibatkan untuk ikut berkontribusi di IKN,” tambahnya.

Yang mengkhawatirkan lagi, disaat kondisi pasar belum menunjukan tren membaik, di pasaran justru banyak beredar produk baja ringan banci atau palsu. Sehingga hal ini makin memperburuk situasi.

Untuk itu, masayarakat perlu terus diedukasi agar paham tentang produk baja ringan yang baik dan benar.

Produk baja ringan banci (palsu) sebenarnya sudah ada sejak 15 tahun lalu. Tapi semakin masif di lima tahun terakhir.

“Apalagi sekarang makin banyak home industri seperti bengkel-bengkel yang memproduksi baja ringan dan tidak ada pengawasan dari pemerintah. Karena itu edukasi harus terus dilakukan,” ujarnya.

Untuk itu, PT KMB berkolaborasi dengan berbagai pihak. Kencana melakukan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI) dan Sekolah Interdisiplin Manajemen dan Teknologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (SIMT ITS).

MoU dengan SIMT ITS ini dilakukan untuk menjalin kerja sama mengenai produk-produk baja ringan yang ada di market seperti apa.

Sebab banyak produk baja ringan di pasar tidak sesuai standar nasional Indonesia sehingga membahayakan masyarakat.

“Kami ingin mendidik mahasiswa lebih mengerti tentang produk-produk konstruksi. Tidak hanya baja ringan, tetapi juga produk yang lain. Kami harapkan anak-anak muda nanti mengerti tentang produk yang baik dan tidak merugikan masyarakat,” kata Susanto.

Selain dengan SIMT ITS, Kencana juga sudah melakukan kerja sama dengan beberapa universitas lain seperti Universitas Muhammadiyah Surabaya dan Universitas 17 Agustus Surabaya.

Tidak hanya Kencana, Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI) juga melakukan penandatanganan MoU dengan PII.

Saat ini HAPI memiliki anggota sebanyak 15 ribu angota yang tersebar di 40 cabang di berbagai kota di Indonesia.

"PII dan HAPI itu ibarat sepasang sepatu, berjalan beriringan. Kami terus berusaha meningkatkan kompetensi para aplikator atau tukang diantaranya dengan mengadakan pelatihan gratis,” ujar Ketua Umum HAPI Muhammad Soleh.

“Kami juga kerja sama dengan BPJS sehingga ada perlindungan jika terjadi kecelakaan kerja,” pungkasnya. (fix/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#perguruan tinggi #HAPI #baja ringan #Kencana Maju Bersama #Proyek Strategis Nasional