Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Di Penggilingan Harga Beras Mulai Turun, di Pasaran Bagaimana?

Mus Purmadani • Jumat, 5 April 2024 | 02:40 WIB
Di tingkat penggilingan harga beras untuk semua kualitas mengalami penurunan, namun di pasaran belum.
Di tingkat penggilingan harga beras untuk semua kualitas mengalami penurunan, namun di pasaran belum.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) – Pada bulan Maret 2024, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat pada tingkat penggilingan harga beras untuk semua kualitas mengalami penurunan dibanding Februari 2024.

Beras kualitas premium turun sebesar 5,28 persen, medium turun 4,48 persen dan beras kualitas rendah turun sebesar 3,75 persen.

"Pada tingkat petani harga gabah dengan kualitas gabah kering panen (GKP) pada bulan Maret 2024 turun sebesar 15,09 persen dibanding Februari 2024, demikian juga dengan harga gabah kualitas gabah kering giling (GKG) juga mengalami penurunan sebesar 11,70 persen," ujar Kepala BPS Jatim Zulkipli, Rabu (3/4).

Zulkipli mengatakan, harga GKP Februari Rp 7.688 kemudian Maret turun jadi Rp 6.528. Kemudian harga GKG Februari Rp 8.989 dan Maret turun Rp 7.938.

Sementara untuk harga beras di pasaran, berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim, harga beras premium per hari ini, Kamis (4/4) sebesar Rp 14.917 per kg, menurun dibandingkan hari sebelumnya yang sebesar Rp 14.952 per kg.

Sedangkan untuk harga beras medium sebesar Rp 11.746 per kg, menurun dibandingkan hari sebelumnya yang sebesar Rp 11.747 per kg.

Sementara itu, untuk nilai Tukar Petani (NTP) di bulan Maret 2024 turun sebesar 4,70 persen dibandingkan bulan Februari 2024.

“Hal ini disebabkan oleh penurunan subsektor tanaman pangan sebesar 8,46 persen dan subsektor hortikultura yang turun sebesar 1,41 persen," katanya.

Sementara itu, lanjut Zulkipli, subsektor lainnya mengalami kenaikan diantaranya subsektor peternakan 2,02 persen, subsektor perikanan sebesar 1,29 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 0,36 persen.

Ia mengatakan, sepuluh komoditas utama yang memiliki andil terbesar terhadap kenaikan indeks harga yang diterima petani bulan Maret 2024 adalah telur ayam ras, ayam ras pedaging, bawang merah, tebu, tomat, ketela rambat, kopi, buncis, ketela pohon, dan semangka.

Sedangkan sepuluh komoditas utama yang memiliki andil terbesar terhadap penurunan indeks harga yang diterima petani adalah gabah, jagung, cabai rawit, kentang, cabai merah, wortel, ketimun, bandeng payau, durian, dan cabai hijau.

Kemudian sepuluh komoditas utama yang memiliki andil terbesar terhadap kenaikan indeks harga yang dibayar petani adalah telur ayam ras, daging ayam ras, beras, semangka, bawang putih, buncis, gula pasir, tongkol, kacang panjang, dan minyak goreng.

Sedangkan sepuluh komoditas utama yang memiliki andil terbesar terhadap penurunan indeks harga yang dibayar petani bulan Maret 2024 adalah jagung pipilan, cabai merah, ketimun, kentang, cabai rawit, bekatul, bibit sapi (umur 2 bulan - 12 bulan), tempe kedelai, bibit kentang, dan beras jagung. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#bps #penggilingan #harga beras #gabah kering panen