SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) – Di bulan Februari 2024, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, nilai ekspor Jawa Timur (Jatim) mencapai USD 1,81 miliar. Angka ini turun sebesar 9,28 persen dibandingkan Januari 2024.
Nilai tersebut jika dibandingkan dengan Februari 2023 justru mengalami peningkatan yaitu sebesar 10,01 persen.
“Semua sektor pada ekspor non migas mengalami penurunan pada Februari 2024. Ekspor non migas Februari 2024 mencapai USD 1,72 miliar atau mengalami penurunan sebesar 9,85 persen dibandingkan Januari 2024. Nilai tersebut dibandingkan Februari 2023 justru meningkat sebesar 9,80 persen,” ujar Kepala BPS Jatim Zulkipli, Selasa (2/4).
Zulkipli menambahkan, nilai ekspor non migas turun secara bulanan (m-to-m) begitu pula pada semua sektornya, pada sektor pertanian (9,67 persen), industri (9,79 persen) serta pertambangan dan lainnya (23,14 persen).
Sedangkan ekspor migas Februari 2024 mencapai USD 89,08 juta atau meningkat sebesar 3,32 persen dibandingkan Januari 2024.
“Nilai tersebut juga mengalami peningkatan sebesar 14,11 persen jika dibandingkan Februari 2023,” katanya.
Sementara itu, lanjut Zulkipli, nilai impor Februari 2024 mencapai USD 2,40 miliar atau turun 0,65 persen dibanding Januari 2024. Impor untuk jenis penggunaan barang konsumsi mengalami peningkatan pada Februari 2024.
Nilai impor kelompok penggunaan barang konsumsi naik 20,70 persen dibandingkan Februari 2024.
“Nilai impor dua kelompok lainnya turun 0,62 persen untuk barang modal dan 7,63 persen untuk bahan baku/penolong (m-to-m),” jelasnya.
Menurut Zulkipli, neraca perdagangan barang kembali mengalami defisit pada Februari 2024.
Nilai defisit pada Februari 2024 lebih besar jika dibandingkan dengan defisit pada Februari 2023. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari