SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) – Pada bulan Maret 2024, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat inflasi month to month (mtm) sebesar 0,64 persen, inflasi year on year (yoy) sebesar 3,04 persen. Kemudian inflasi year to date (ytd) sebesar 1,03 persen.
Kepala BPS Jawa Timur Zulkipli mengatakan, penyumbang utama inflasi bulan Maret 2024 (mtm) adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,50 persen.
Komoditas penyumbang utama inflasi diantaranya daging ayam ras, telur ayam ras, emas perhiasan, dan beras.
“Sama halnya dengan month to month, penyumbang utama inflasi bulan Maret 2024 secara year on year dan year to date juga berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah beras,” jelasnya.
Zulkipli mengatakan, inflasi (mtm) di bulan Ramadan tahun ini (Maret 2024) lebih tinggi dibandingkan bulan Ramadan pada tahun 2021 (Apr 2021) dan 2023 (Maret 2023).
“Komoditas yang sering menjadi pendorong inflasi saat bulan Ramadan diantaranya daging ayam ras, telur ayam ras, emas perhiasan, beras, bensin, dan angkutan udara,” katanya.
Lebih lanjut Zulkipli mengatakan, tujuh dari 11 kabupaten/kota IHK mengalami inflasi (mtm) pada komoditas beras dengan inflasi tertinggi di Kota Madiun sebesar 3,04 persen.
Akan tetapi, jika dlihat secara (yoy) tercatat di seluruh kabupaten/kota IHK mengalami inflasi pada komoditas beras.
“Pada Maret 2024, rata-rata harga beras di kabupaten/kota IHK mencapai Rp 15.116 per kilogram. Angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata Februari 2024 meskipun beberapa kabupaten/kota IHK tercatat telah mengalami deflasi (mtm) pada komoditas beras,” jelasnya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari