SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) – Kondisi ekonomi global yang sedang dalam fase tidak baik-baik saja dan berbagai faktor yang menyebabkan ekonomi dunia melambat harus diwaspadai dan dicermati oleh para pelaku usaha di Indonesia dan juga pemerintah.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto mengatakan, krisis global dan perlambatan ekonomi dunia tersebut pastinya akan berdampak juga pada pergerakan ekonomi dalam negeri.
Oleh karena itu, Adik berpesan agar pelaku usaha serius menggarap pasar dalam negeri, mengingat permintaan pasar global mengalami penurunan.
Ketidakpastian geopolitik, perubahan nilai mata uang dan fluktuasi harga komoditas pangan menjadi salah satu pemicu melemahnya pergerakan ekonomi dunia.
"Hal yang harus dilakukan agar neraca perdagangan kita tetap stabil dan tidak defisit adalah dengan meningkatkan perdagangan antar provinsi, karena pasar dalam negeri ini sebenarnya sangat besar dan masih bisa terus dikembangkan," kata Adik, Jumat (29/3).
Adik juga berharap momen Ramadan menjadi bulan untuk berbagi dan berkoordinasi, mempererat hubungan antara Kadin Jatim dengan Kadin kabupaten/kota di seluruh Jatim.
Sementara itu, Ketua Kadin Kabupaten Jember Abdul Kholik mengungkapkan, pihaknya akan berupaya memetakan komoditas andalan Jember yang bisa dikerja samakan dengan provinsi lain.
Menurutnya, Jember sebenarnya memiliki berbagai komoditas andalan, baik di sektor pertanian ataupun Perkebunan.
Diantaranya komoditas beras, tembakau, kopi dan karet. Jember juga menjadi daerah penghasil telor ayam broiler.
"Tetapi sejauh ini kami belum menemukan partner luar pulau, kami masih mencari," jelasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun 2022 tercatat luas panen padi di Jember mencapai sekitar 118,49 ribu hektare dengan produksi sebesar 607,37 ribu ton gabah kering giling.
Jika dikonversikan menjadi beras, maka produksinya mencapai 350,71 ribu ton.
Sementara produksi tembakau Kabupaten Jember tahun 2022 mencapai 27,25 ribu ton. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 12,21 persen (yoy).
Selain sektor pertanian, lanjut Abdul Kholik, keberadaan kampus atau universitas di Jember turut mendongkrak perekonomian.
Ada banyak kampus besar yang ada di sana, di antaranya Universitas Negeri Jember (Unej) dan Poltek Jember.
"Keberadaan mahasiswa menjadi pemacu pergerakan ekonomi masyarakat di sini," katanu
Di sisi lain, pihaknya juga getol melakukan pendampingan UMKM, dengan memberi pelatihan dan akses pasar.
Kadin Jember juga menyediakan tenda yang bisa dipinjam UMKM untuk berdagang.
"Kami juga senantiasa bersama-sama melakukan pengendalian inflasi di Jember diantaranya dengan mengadakan pasar murah," pungkasnya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari