Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Jelang Lebaran, Pesanan Kue Kering Meroket

Rahmat Sudrajat • Kamis, 28 Maret 2024 | 02:12 WIB
BANYAK PESANAN: Pelaku UMKM kue kering kebanjiran order sejak jauh hari sebelum Ramadan.
BANYAK PESANAN: Pelaku UMKM kue kering kebanjiran order sejak jauh hari sebelum Ramadan.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) – Ramadan dan lebaran membawa berkah bagi banyak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Salah satunya yakni usaha kue kering yang selalu kebanjiran order jelang lebaran.

Bahkan pesanan sudah datang sejak jauh-jauh hari, yakni dua bulan sebelum Ramadan.

Pembeli membeli kue kering biasanya untuk keperluan suguhan saat

Kue kering yang dibuat seperti kastangel, palm sugar, nastar, chocochips, almond, putri salju susu, hingga choco stik.

Seperti pelaku usaha kue kering di kawasan Ketandan Punden, Surabaya yang sudah menerima pre order sejak dua bulan sebelum Ramadan.

Sehari dia bisa membuat sampai 80 toples dengan dibantu dua pekerja. 

"Tahun ini mengalami kenaikan, dibandingkan dengan tahun 2021-2023 lalu yang turunnya drastis. Ini sudah saya buka sejak dua bulan sebelum Ramadan untuk pemesanannya," kata owner Nayyara Roti Suroboyo, Nia Kurniati, Rabu (27/3).

Nia menyebut, tahun ini ia mendapatkan pesanan hingga 2.000 toples. Pesanan tersebut berasal dari Surabaya dan luar Surabaya seperti Papua, Padang, Bandung, Jakarta, dan Tangerang.

Bahkan ia sudah bisa menargetkan pembuatan rampung pada H-7 sebelum lebaran. 

"Sekarang saya sudah closed order, ini hanya membuat saja, kira-kira H-7 sudah selesai dan sudah dikirim semua," terangnya.

Paling sedikit pembeli membeli kue keringnya empat toples, namun rata-rata lebih membelinya, selain untuk konsumsi pribadi juga memesan untuk hampers lebaran.

Harga yang dipatok mulai dari Rp 45 ribu untuk kemasan yang 250 gram, sedangkan yang premium mencapai Rp 95 ribu dengan kemasan 500 gram.

Kue kering yang best seller seperti kastangel dan nastar dibandrol sekitar Rp 120 ribu.

Nia mengaku, untuk bahan kue kering seperti tepung setiap hari ia menghabiskan 8-10 kilogram.

Di tengah ramainya pesanan, Nia juga merasakan melonjaknya harga bahan baku yang membuatnya harus menaikkan harga jual.

"Ya, sekarang kan naik semua ya, jadi saya naikkan juga harga Rp 5-10 ribu tergantung varian kuenya," ungkap perempuan berdarah Sunda itu.

Ia berharap dengan kondisi saat ini ekonomi bisa lebih pulih sehingga UMKM atau industri rumahan juga mendapatkan berkah saat Ramadan ini.

"Omzet tahun ini sekitar Rp 50 juta dalam satu bulan Ramadan. Semoga ekonomi terus membaik," pungkasnya. (rmt/nur)

 

Editor : Nurista Purnamasari
#kastangel #nastar #hampers #lebaran #kue kering #umkm