SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - Pasca pemilu, kondisi Jawa Timur (Jatim) dari sisi ekonomi dan investasi dinilai sangat aman.
Oleh karenanya, banyak investor yang sedang melirik atau siap berinvestasi di berbagai Kawasan di provinsi ini.
Bahkan Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Alim Markus menilai, pihaknya sampai kewalahan menampung investor yang ingin masuk ke Jatim.
“Jatim sangat aman, nyaman dan sejuk sehingga banyak investor yang datang,” ujarnya saat di Gedung Negara Grahadi, Senin (25/3).
Hal tersebut dibenarkan oleh Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono. Menurut Adhy, kondisi Jatim semakin kondusif sehingga investasi semakin meningkat.
“Banyak penanaman modal asing (PMA), banyak yang masuk ini menunjukkan bahwa Jatim sangat strategis dan menjanjikan,” katanya.
“Bukan hanya swasta, kami di pemerintahan kebanjiran investasi dari duta besar, investor dan internasional. Ini akan mendongkrak kemajuan Jawa Timur,” imbuhnya.
Menurutnya, dalam lima tahun terakhir realisasi investasi Jatim selalu meningkat.
Pada tahun 2023 mencapai Rp 145,1 triliun dan melampaui baik target RPJMD (Rp 112 triliun) maupun target nasional (Rp 126 triliun).
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jatim, Dyah Wahyu Ermawati mengatakan, pihaknya optimistis akan mencapai target pertumbuhan pada 2024 kurang lebih 2,5 persen (yoy) yang termaktub dalam perubahan kedua Rencana Strategis (Renstra) DPMPTSP Jatim 2019-2024 senilai Rp 115 triliun.
Ia mengungkapkan, selama empat tahun terakhir realisasi investasi Jatim menunjukkan peningkatan yang cukup impresif.
“Pertumbuhan paling signifikan terjadi pada 2022 yakni sebesar 38,8 persen (yoy) dari Rp79,5 triliun pada 2021, menjadi Rp110,3 triliun pada 2022,” pungkasnya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari