Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ekspor Jatim Turun di Awal Tahun, Ini Sektor Pemicunya

Mus Purmadani • Selasa, 19 Maret 2024 | 01:00 WIB
TERKONTRAKSI: Dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor Jatim Januari 2024 mengalami penurunan.
TERKONTRAKSI: Dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor Jatim Januari 2024 mengalami penurunan.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - Pada Januari 2024, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat tren kinerja ekspor Jawa Timur (Jatim) mengalami penurunan -7,39 persen.

Kepala BPS Jatim Zulkipli mengatakan, pada Januari 2024 ekspor Jatim tercatat sebesar USD 1,99 miliar.

Dari jumlah itu sekitar 95,67 persen merupakan ekspor non migas atau setara USD 1,90 miliar.

“Jika dibandingkan Desember 2023, ekspor Jatim di Januari lalu memang turun -7,39 persen, tetapi kalau dibandingkan Januari 2023, ekspor Jatim mengalami peningkatan 16,75 persen,” jelasnya, Senin (18/3).

Penurunan ini terutama dipicu oleh ekspor dari sektor industri pengolahan dan pertambangan yang terkontraksi.

Adapun ekspor non migas dari sektor industri pengolahan mengalami penurunan -11,30 persen month to month (mtm).

Dan ekspor sektor pertambangan turun -0,50 persen (mtm), sedangkan ekspor sektor pertanian malah naik 3,38 persen (mtm).

Terdapat tiga komoditas utama penyumbang ekspor non migas Jatim, di antaranya perhiasan/permata pada Januari mengalami penurunan ekspor sebesar 40,20 persen (mtm), komoditas tembaga naik 14,67 persen (mtm), serta komoditas lemak dan minyak hewani/nabati turun -9,60 persen (mtm).

“Nilai ekspor Jatim mengalami penurunan secara bulanan sedangkan secara tahunan mengalami kenaikan,” terangnya.

“Penyumbang utama nilai ekspor adalah perhiasan/permata yang pada Januari 2024 memberikan peranan sebesar 20,06 persen,” imbuh Zulkipli.

Ia menambahkan, untuk pangsa pasar ekspor non migas Jatim di Januari disumbang oleh Amerika Serikat (AS) yakni sebesar USD 0,26 miliar, disusul Jepang USD 0,25 miliar.

Kemudian Tiongkok USD 0,23 miliar, Singapura USD 0,14 miliar, serat di kawasan Asean USD 0,41 miliar atau setara 21,58 persen, dan Uni Eropa USD 0,13 miliar atau setara 6,67 persen.

Untuk nilai impor Januari 2024, lanjut Zulkipli, mencapai USD 2,42 miliar atau turun 8,86 persen dibanding Desember 2023.

Nilai impor nonmigas kelompok penggunaan barang modal naik 10,43 persen dibandingkan Desember 2023.

“Nilai impor dua kelompok lainnya turun 5,75 persen untuk bahan baku/penolong dan 21,11 persen untuk barang konsumsi (mtm),” pungkasnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#jawa timur #BPS Jatim #ekspor non migas #Ekspor Jatim