SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) – Harga daging ayam dan telur ayam sempat melonjak beberapa hari lalu, kini meski belum terlalu signifikan harganya mulai mengalami penurunan.
Akan tetapi, harga kedua komoditas itu diperkirakan bakal kembali naik jelang lebaran.
Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur Indyah Aryani mengatakan, kenaikan harga daging dan telur ayam tersebut masih terbilang terkendali.
"Karena pakan ternak kita jagungnya masih stok beli yang lama," katanya, Rabu (13/3).
Hingga Januari 2024 Indy mengatakan, stok ayam ras di Jatim sebanyak 45 juta ekor.
Dari jumlah itu membutuhkan jagung pakan ternak sebanyak 185.000 ton.
"Kebutuhan jagung tersebut sudah dipenuhi oleh Bulog Jatim," ungkapnya.
Kemudian untuk bulan Februari - Maret, pihaknya mengusulkan tambahan jagung sebanyak 71.598 ton. Menurutnya Bulog Jatim, sudah menyediakan 100.000 ton.
"Untuk pengendalian harga kita sudah memproteksi ternak ayam dari virus Avian Influenza (AI). Kita juga melakukan cutting hatching egg/pemusnahan telur fertil," jelasnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Bahan Pokok (Siskaperbapo), harga rata-rata untuk komoditas Jagung Pipilan Kering per kilogram di Jatim per Kamis (14/3) mengalami kenaikan, yakni Rp 8.746.
Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Sidoarjo Rp 13.000 dan harga rata-rata terendah di Kota Probolinggo Rp 5.000.
Kemudian harga rata-rata daging ayam ras di Jatim mengalami penurunan Rp 37.933.
Harga rata-rata tertinggi di Kota Pasuruan, Kabupaten Sumenep Rp 45.000 per kg.
Dan harga rata-rata terendah di Kota Blitar Rp 35.000 per kg.
Sedangkan harga rata-rata telur ayam ras di Jatim juga turun, yakni Rp 30.702.
Harga rata-rata tertinggi di Kota Batu Rp 34.000. Dan harga rata-rata terendah di Kota Blitar Rp 28.000. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari