JAKARTA (Radar Surabaya Bisnis) - Momentum Ramadan hingga Idul Fitri memang selalu membawa dampak positif terhadap berbagai sektor ekonomi.
Bahkan beberapa sektor usaha tertentu mengalami lonjakan permintaan atau pelanggan.
Salah satunya yakni Tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan atau mal.
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) optimistis tingkat kunjungan mal akan meningkat hingga 20 persen.
Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan, salah satu faktor utama peningkatan kunjungan lantaran kondisi hasill Pemilu 2024 yang relatif kondusif dan dinilai dapat dipertahankan menjelang Idul Fitri.
"Kami optimistis rata-rata tingkat kunjungan pada saat Ramadan dan Idul Fitri tahun ini akan lebih tinggi dari tahun lalu, diperkirakan akan terjadi peningkatan sekitar 15-20 persen," kata Alphonzus, Senin (11/3).
Adapun, rata-rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan saat ini pun sudah lebih dari 100 persen dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19.
Sementara itu, tingkat okupansi tenant rata-rata terisi 80 persen lebih tinggi dari masa pandemi 70 persen.
Alphonzus menjelaskan, para pengelola pusat perbelanjaan kini mulai mengencangkan strategi untuk menarik pengunjung.
Beberapa di antaranya dengan penyelenggaran aktivitas hiburan, keagamaan, kebudayaan terkait dengan bulan suci Ramadan.
Tak hanya itu, berbagai program promo belanja berupa diskon juga sudah dipersiapkan demi menggaet minat konsumen.
Momen Ramadan juga menjadi salah satu ajang untuk tenant meningkatkan penjualan di offline store.
"Sampai dengan Idul Fitri nanti diperkirakan kondisi masih akan tetap stabil mengingat Ramadan dan Idul Fitri adalah musim puncak (peak season) usaha ritel di Indonesia," tuturnya. (bns/nur)
Editor : Nurista Purnamasari