JAKARTA (Radar Surabaya Bisnis) – Saat Ramadan dan Lebaran biasanya permintaan sektor makanan dan minuman (mamin) bakal meningkat.
Khususnya bagi industri pengolahan atau manufaktur di sektor mamin diproyeksi bakal mengalami peningkatan permintaan dibandingkan bulan biasanya.
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S. Lukman memprediksi kenaikan permintaan industri mamin bisa mencapai 30 persen pada Ramadan tahun ini.
Bahkan pesanan dari ritel untuk produk makanan dan minuman telah meningkat sebulan sebelumnya.
"Umumnya (permintaan) bisa 30 persen di bulan Ramadan ini, kami harapkan Ramadan kali ini bisa tumbuh lebih," ujarnya di Jakarta, Senin (11/3).
Adhi menuturkan, ketersediaan bahan baku untuk menunjang kebutuhan produksi telah terpenuhi.
Aktivitas produksi pun dapat digenjot untuk satu bulan ke depan. Terkait bahan baku, industri mamin memang beberapa diantaranya masih mengandalkan impor.
Contohnya garam industri membutuhkan sekitar 500 ribu ton dari impor dan 400 ribu ton dari dalam negeri.
Sedangkan, gula kristal rafinasi atau GKR setiap bulan secara nasional berkisar antara 250 ribu – 280 ribu ton.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, faktor Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri mendukung naiknya optimisme para pelaku industri, terutama di subsektor industri makanan dan minuman, pakaian jadi, serta kendaraan bermotor.
"Sehingga kami memprediksi IKI pada Maret 2024 akan meningkat dibandingkan Februari 2024,” imbuhnya.
Untuk diketahui, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Februari 2024 mencapai 52,56, meningkat 0,21 poin dibandingkan Januari 2024.
Kondisi umum kegiatan usaha Februari 2024 lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kami optimistis terjadi peningkatan IKI juga pertumbuhan permintaan seiring momen tahunan Ramadan dan Idul Fitri ini,” pungkasnya. (bis/nur)
Editor : Nurista Purnamasari