SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) – Menjelang panen raya yang sudah tidak lama lagi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meminta Bulog Jatim agar dapat menyerap beras petani sebanyak-banyaknya.
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono menuturkan, tujuannya adalah untuk menjaga pasokan dan mengendalikan inflasi. Khususnya mengantisipasi kenaikan permintaan selama Ramadan hingga Lebaran.
"Bulog juga harus memastikan ketersediaan stok beras di gudang aman. Serta mendukung berbagai program pengendalian inflasi yang dilakukan oleh kabupaten/kota. Kemudian kuota dari SPHP-nya juga ditambah," katanya, Senin (11/3).
Adhy mengatakan, pada saat momen Ramadan dan Lebaran tidak dipungkuri selalu terjadi inflasi atau meningkatnya harga-harga pangan akibat ada peningkatan permintaan.
Namun begitu, menjelang Ramadan ini, inflasi Jatim masih cukup bagus yakni 2,81 persen pada Februari 2024 (secara tahunan), dan secara bulanan 0,49 persen (mtm).
Menurutnya, memang sekitar 75,8 persen komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi yakni komoditas pangan.
Sebagai contoh, komoditas beras, sejauh ini beras tidak pernah menyumbang inflasi selama Ramadan dan Lebaran.
Tetapi sejak 14 bulan lalu secara berturut-turut, beras masih menjadi masalah penyebab inflasi karena harganya yang meningkat.
Berikutnya, komoditas pangan dari aneka cabai yang memecahkan rekor selama sembilan bulan berturut-turut naik.
“Faktornya karena panen kurang hasil dan sekarang masih masa tanam, lalu hujan cabai jadi rontok. Inflasi lain disebabkan bawang-bawangan, lalu telur ayam dan daging ayam, ini komoditas yang dipengarui harga pakan,” terangnya.
“Jadi peningkatan harga di Ramadan itu akan ada, karena permintaan naik, yang penting jangan melebihi batas,” imbuhnya.
Menurutnya, peningkatan inflasi di Jatim didorong kelompok makanan minuman, tembakau, khususnya beras.
Ini juga sejalan dengan keterbatasan pasokan di tengah mundurnya panen raya dan menipisnya stok.
“Umumnya, jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), inflasi didorong komoditas makanan seperti daging, telur ayam dan angkutan umum. Sedangkan beras tidak pernah menyumbang inflasi. Tapi tahun ini bergeser, karena terganggu ketersediaan pasokan,” pungkasnya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari