SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) – Harga komoditas pangan semakin mendekati Ramadan nampaknya terus melambung.
Termasuk di pasar-pasar Surabaya sendiri yang beberapa harga komoditas terus mengalami lonjakan.
Salah satunya yakni telur ayam yang harganya tembus Rp 31.500 per kilogram (kg) di pasar tradisional Genteng.
Kenaikan harga telur tersebut diperkirakan bakal terus terjadi hingga setelah Idul Fitri.
Tingginya harga telur membuat permintaan terlur ayam mengalami penurunan.
Pedagang di pasar menjadi menurun. Bahkan tak jarang telur yang dijual membusuk sehingga tidak balik modal.
Budi, salah satu pedagang di pasar Genteng menuturkan, saat ini telur mengalami kenaikan harga hingga Rp 31.500 per kg.
Kenaikan ini terjadi sejak seminggu lalu, dari harga sebelumnya hanya Rp 28.000 per kg.
"Kenaikan harga ini kemungkinan terjadi sampai setelah puasa nanti," ujar Budi, Kamis (7/3).
Meskipun harga telur ayam terus melejit, namun pedagang mengaku pembeli terus selalu ada, karena telur ayam merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang dimakan tiap hari.
Apalagi saat ini menjelang bulan puasa banyak masyarakat yang membutuhkan telur ayam.
"Biasanya kalau untuk kebutuhan acara tradisi syukuran menyambut bulan Ramadan telur juga banyak yang beli. Tapi nggak banyak seperti sebelumnya," terangnya.
Sementara itu Sari, warga Kenjeran, semakin terbebani dengan terus melonjaknya harga sejumlah kebutuhan pokok.
Bagi dirinya yang termasuk Masyarakat menengah ke bawah, kenaikan harga itu membuat biaya hidup harian meningkat tajam.
“Maunya ya berhemat, tapi beras naiknya hamper separo harga, trus telur juga sudah lebih dari Rp 30.000 ribu, belum cabai dan yang lain-lain, ini sangat memberatkan bagi kami rakyat kecil,” keluhnya.
Sementara berdasarkan data Siskaperbapo Jatim, harga rata-rata telur ayam ras di Jatim adalah Rp 30.344. Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Sampang Rp 31.500, dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Bangkalan Rp 29.000.
Sedangkan untuk acuan HET telur merujuk pada Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 5 Tahun 2022 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen Komoditas Jagung, Telur Ayam Ras, dan Daging Ayam Ras.
Peraturan yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi pada 5 Oktober 2022 itu melampirkan harga telur ayam ras tingkat produsen batas bawahnya Rp 22.000 per kg dan batas atas Rp 24.000 per kg. Sementara harga konsumen sebesar Rp 27.000 per kg.
Di Tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang terus terjadi, tak sedikit dari masyarakat yang mengadukan kenaikan harga kebutuhan pokok ini kepada stakeholder terkait.
Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jawa Timur telah menerima aduan konsumen atas naiknya harga kebutuhan pokok.
Baik di Surabaya maupun Jawa Timur. Hampir setiap hari aduan dari para masyarakat (konsumen) datang.
"Sehari lebih dari 3-4 orang yang datang, maupun via telpon dan WhatsApp untuk mengadu kepada kami tentang harga kebutuhan pokok yang semakin mahal," kata Ketua YLPK Jawa Timur, Muhammad Said Sutomo.
Baca Juga: Pariwisata Sudah Pulih, Ini Target Pelindo 3 Terhadap Kunjungan Kapal Pesiar
Dijelaskan Said, laporan atau pengaduan dari konsumen paling sering setelah pemilu.
Karena setelah pencoblosan tersebut harga pun semakin melonjak dan tak terkendali.
Selain harga juga mutu dari beras yang dibagikan saat operasi pasar dikeluhkan masyarakat juga kurang baik untuk dikonsumsi.
"Mereka ada yang mengadu tentang mutu beras yang dibagikan dalam operasi pasar. Selain itu juga aduan tentang tingginya harga minyak goreng dan langka di pasaran. Ada juga harga cabai besar yang terus meninggi harganya," terangnya.
Semua aduan dari masyarakat itu terus ia tampung untuk kemudian melakukan penyelidikan kemungkinan adanya pelanggaran permainan harga. Apalagi harga naiknya setelah pemilu.
Ia juga meminta masyarakat untuk melakukan koreksi terhadap pemerintah agar peranan pemerintah bisa efektif terutama dalam mengendalikan harga barang kebutuhan pokok.
"Nah inilah yang harus dilakukan oleh masyarakat karena saat ini harga mencekik rakyat. Apalagi menjelang Ramadan yang setiap tahun rutin naik harganya (kebutuhan pokok, Red)," pungkasnya. (rmt/mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari