Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

61 Persen PDB Nasional Berasal Dari Aktivitas Dagang Pelaku UMKM

Nurista Purnamasari • Kamis, 7 Maret 2024 | 20:52 WIB
BERPERAN BESAR: Selain menyumbang PDB nasional, UMKM juga menyerap tenaga kerja yang sangat besar.
BERPERAN BESAR: Selain menyumbang PDB nasional, UMKM juga menyerap tenaga kerja yang sangat besar.

JAKARTA (Radar Surabaya Bisnis) - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) selama ini terbukti menjadi sektor usaha yang cukup tangguh dan berkontribusi besar terhadap perekonomian.

Dianggap cukup tangguh karena UMKM mampu bertahan diberbagai kondisi sulit dan krisis.

Seperti saat pandemi Covid-19 lalu, di saat banyak sektor usaha berguguran, terperosok hingga gulung tikar, sektor UMKM cukup mampu bertahan.

Bahkan menjadi penyelamat di tengah maraknya pemutusan hubungan kerja. Tidak sedikit pengangguran yang akhirnya mencoba membuka usaha hingga akhirnya mampu tumbuh dan bertahan.

Karena kekuatan dan peran besar UMKM, kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga cukup besar.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, 61 persen PDB ekonomi Indonesia disokong oleh aktivitas dagang para pelaku UMKM.

"Kita tahu jumlah UMKM kita itu kurang lebih 65 juta, kurang lebih. Kontribusi terhadap PDB ekonomi kita 61 persen, sangat besar sekali," kata Presiden Jokowi saat membuka BRI Microfinance Outlook 2024 di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (7/3).

Menurut Jokowi, sektor UMKM perlu memperoleh perhatian khusus pemerintah. Sebab selain menjadi penyumbang PDB nasional, juga berhasil menyerap tenaga kerja yang sangat besar mencapai 97 persen.

Jokowi menambahkan, pemerintah juga berkontribusi pada pengembangan UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan nilai subsidi mencapai Rp 45 triliun.

"Pemerintah juga ikut, jangan keliru, untuk KUR. Itu subsidi pemerintah Rp 46 triliun agar bunganya bisa turun di angka 3 persen untuk usaha mikro dan usaha kecil 6 persen," katanya.

Kontribusi tersebut, kata Jokowi, bukan nominal kecil, sebab setara dengan besaran anggaran untuk membangun 40 infrastruktur waduk.

Presiden Jokowi juga mengapresiasi hadirnya sejumlah instrumen pembiayaan UMKM, seperti pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang dikelola BRI dengan jumlah nasabah mencapai 8,2 juta orang.

"Apa yang telah dilakukan dalam hal pembiayaan, saya senang ada Holding BRI, UMi masuk. UMi ini nasabahnya sudah di angka 8,2 juta yang memberi kredit hanya sampai Rp 10 juta," katanya.

Selain itu, juga ada Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan Permodalan Nasional Madani (PNM) yang bisa memberikan kredit maksimal di angka Rp 25 juta kepada 15,2 juta nasabah, serta KUR yang bisa memberikan kredit sampai Rp 500 juta. (ant/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#ekonomi #jokowi #umkm #pdb #kur