Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Harga Beras dan Cabai Jelang Ramadan Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Mus Purmadani • Kamis, 7 Maret 2024 | 03:10 WIB
Cabai menjadi salah satu komoditas yang harganya melonjak belakangan ini.
Cabai menjadi salah satu komoditas yang harganya melonjak belakangan ini.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - Beberapa hari menjelang Ramadan atau di minggu pertama Ramadan biasanya terjadi kenaikan harga bahan pokok penting (bapokting).

Hal tersebut memang kerap terjadi dan termasuk momen yang setiap tahunnya terjadi.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan, beras menjadi komoditas yang saat ini kenaikannya cukup tinggi.

"Komoditas ini harganya kerap melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang harus dikendalikan selain dari harga Gabah Kering Giling (GKG) juga proses distribusinya," katanya, Rabu (6/3).

Menurutnya, harga beras saat ini mulai ada penurunan. Karena selain impor yang dilakukan pemerintah juga operasi pasar.

"Namun masih harus diwaspadai kenaikannya. Dan yang harus diawasi adalah proses distribusinya," jelasnya.

Meski demikian Adhy berpesan masyarakat tidak perlu panik. Karena Maret memasuki panen raya.

"kualitas produksi padi di Jawa Timur lebih tinggi dibanding Jawa Barat, meskipun lahannya lebih sedikit," katanya.

Komoditas berikutnya adalah cabai. Kenaikan harga cabai selain belum masuk masa panen, juga karena musim hujan yang membuat rontok.

"Ada perbedaan hasil panen cabai di Jatim yang tidak tahan lama dibandingkan Jakarta. Karena Jakarta punya cold storage yang lebih besar dibandingkan Jatim. Nah Jatim ini nggak punya cold storage," katanya.

Adhy menegaskan bahwa Presiden memastikan tidak akan ada kenaikan harga BBM. Jika harga BBM naik maka akan terjadi inflasi.

"Selain proses produksi yang membutuhkan BBM juga proses distribusi," terangnya.
Untuk menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok Pemprov Jatim  menggelar Pasar Murah.

“Lewat Pasar Murah ini kami ingin membantu masyarakat agar bisa membeli sembako dengan harga yang terjangkau tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET),” ungkapnya.

“Seperti tadi contohnya minyak di Pasar Murah kita sediakan dengan harga Rp 14.000 sesuai HET, sementara di Pasar Jember rata-rata harganya masih diatas Rp 14.000," imbuhnya.

Adhy berpendapat kelangkaan bahan pokok di sejumlah tempat salah satunya dikarenakan rantai pasok yang terhambat.

Dengan konsistensi melakukan operasi pasar dan menggelar pasar murah di banyak tempat semacam ini, juga dapat memberikan informasi dan pengetahuan kebutuhan mana saja yang pasokannya kurang.

Dan jika pasokannya berkurang maka pemerintah bisa mengintervensi apakah di sektor Bulog ataupun di pasar-pasar tradisionalnya ataupun intervensi kepada para pemasok. (mus/nur) 

Editor : Nurista Purnamasari
#ramadan #bapokting #jatim #harga beras #het