SURABAYA (RADAR SURABAYA BISNIS) – Sejak beberapa bulan ini harga sejumlah kebutuhan pokok di Surabaya terus mengalami lonjakan.
Bahkan beberapa komoditas harganya terus melonjak saat mendekati bulan Ramadan, seperti beras dan cabai.
Untuk mengantisipasi harga kebutuhan pokok yang terus melambung, Pemkot Surabaya bakal segera menggelar pasar murah.
Rencananya pasar murah digelar di ratusan titik yang tersebar se-Surabaya.
Langkah tersebut upaya menjaga stabilitas harga pangan atau sembako dan memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, stok beras di Kota Surabaya melimpah.
Sebab, pemkot baru mendapat guyuran beras dari Bulog. Totalnya sekitar 280 ton.
"Ini bakal disalurkan melalui 64 pasar di Surabaya dan melalui pasar murah hingga Gerakan Pangan Murah (GPM)," ujar Cak Eri, Selasa (5/3).
Pemkot sudah memetakan lokasi pasar murah. Kata dia, ada 322 titik. Program pengendalian bahan pangan itu dimulai serentak pekan ini.
“Insyaallah ada 322 titik pasar murah, kita lakukan di minggu ini secara serentak. Alhamdulilah Bulog sudah menyediakan lagi. Insyaallah kita menjaga sampai Ramadan dan lebaran," ucap Eri.
Selain beras, program tersebut menyediakan bahan pokok lainnya. Antara lain, minyak, gula, dan telur. Cak Eri menegaskan, pasar murah akan digelar di satu lokasi yang bisa dikunjungi beberapa RW sekaligus.
"Kami menyiapkan titik yang nanti itu ada di wilayah-wilayah, satu titik berapa RW begitu, tempat di mana warga membutuhkan," ungkapnya.
Pemkot pun langsung memonitor dan evaluasi di lapangan. Tujuannya memetakan dan menjadwal pelaksanaan pasar murah. Menurutnya, hasil evaluasi itu nanti untuk menentukan arah kebijakannya.
"Apakah seminggu sekali atau seminggu dua kali, atau dua minggu sekali. Jadi kita juga melihat kondisi kebutuhan warga," terang Eri.
Cak Eri menyampaikan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Surabaya juga melakukan sejumlah langkah strategis. Mereka mencegah kenaikan bahan pokok.
Misalnya, melakukan kerja sama dengan daerah penghasil dan melakukan subsidi angkutan kendaraan.
“Kami juga bergerak dengan TPID untuk berhubungan dengan daerah lain yang menyediakan cabai, telur, maupun ayam. Kita kerja sama langsung dan ambil di daerah-daerah itu dengan cara subsidi,” imbuhnya.
Dengan begitu pasokan stok bahan pangan tersebut tercukupi dan aman saat permintaan mengalami kenaikan. (hil/nur)
Editor : Nurista Purnamasari