SURABAYA – Kenaikan harga beras yang masih terus terjadi membuat Pemkot Surabaya terus berupaya mengatasinya.
Melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya, Pemkot mencoba melakukan stabilisasi harga maupun pasokan beras dengan mendistribusikan beras ke puluhan pasar.
Kabid Distribusi Perdagangan Dinkopdag Kota Surabaya Devie Afrianto mengatakan, totalnya 64 sasaran.
Mereka adalah pasar yang dikelola PD Pasar Surya dan LPMK. Tujuannya menjaga ketersediaan komoditas saat Ramadan. "Pendistribusiannya tergantung pasarnya," ujarnya, Minggu (3/3).
Devie menerangkan, tiap pasar memiliki kebutuhan yang bervariasi. Indikatornya terhadap permintaan pedagang. Distribusi paling besar 16 ton, seperti di Pasar Pucang. "Ada yang setengah ton, seperempat ton, tergantung," ucapnya.
Pemkot berkomitmen untuk mengatasi masalah tersebut. Pihaknya menggandeng Bulog.
Pendistribusian beras itu sudah berjalan sejak pekan lalu. "Semua tahapannya dilakukan secara bertahap," ungkap Devie.
Pihaknya, pun menempatkan beras di Kios Tim Pengendali Inflasi (TPID).
Dia menyebutkan, dinkopdag membuka di beberapa pasar. Misalnya, Pasar Wonokromo, Pasar Tambahrejo, Pasar Genteng Baru, Pasar Kupang Gunung, dan Pasar Nambangan.
"Beras yang distribusikan juga termasuk jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)," terangnya.
Beras jenis tersebut dijual lebih murah dari pasaran saat ini. Beras SPHP seharga Rp 10.900 per kilogram. Dia memastikan, harga itu diterapkan semua pihak.
"Harga jual di pedagang dan kios TPID sama, jika ditemukan pedagang menjual lebih mahal, bisa melapor ke petugas pasar dan akan dikenakan sanksi," tegasnya.
Sedangkan, dinkopdag menyiapkan program pengendalian inflasi. Rencananya, agenda Pasar Murah di 31 kecamatan se-Surabaya berjalan pekan depan jelang Ramadan.
Prioritas penjualannya, bahan pokok, beras, gula, dan minyak goreng. "Secepatnya, tetapi masih kami atur lokasi, jadwal, dan kuotanya," imbuh Devie. (hil/nur)
Editor : Nurista Purnamasari