Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pertumbuhan Industri di Jatim Melesat, Seberapa Besar Kontribusinya ke PDRB?

Mus Purmadani • Rabu, 28 Februari 2024 | 15:30 WIB
Pembangunan smelter Freeport Indonesia di JIIPE Gresik menjadi salah satu pendorong pertumbuhan industri Jatim.
Pembangunan smelter Freeport Indonesia di JIIPE Gresik menjadi salah satu pendorong pertumbuhan industri Jatim.

SURABAYA – Pertumbuhan sektor industri di Jawa Timur (Jatim) diperkirakan bakal kian melesat.

Apalagi seusai Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 berjalan kondusif, tentunya kepercayaan dan gairah investor untuk mengembangkan usahanya di Jatim kian baik.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur optimistis pertumbuhan industri Jatim, termasuk manufaktur bakal terus menguat.

"Saat ini ada sejumlah proyek strategis nasional yang sudah dalam tahap penyelesaikan dan dkiperkirakan secepatnya bisa beroperasi. Industri-industri besar ini akan lebih mengerek kinerja sektor industri di Jatim," ujar Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto kepada Radar Surabaya, Senin (26/2).

Di antaranya Smelter Freeport di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik.

Menurutnya industri pemurnian milik Freeport ini dijadwalkan bisa mulai beroperasi pada Mei tahun ini.

"Pembangunan Smelter yang menghabiskan investasi sebesar Rp 465 triliun ini memiliki kapasitas produksi sebesar 1,7 juta ton anoda atau katoda tembaga per tahun. Sehingga bisa memproduksi tembaga sekitar 3 juta ton per tahun," katanya.

Di sektor industri manufaktur, lanjut Adik, pertumbuhannya juga sangat bagus.

Jika nasional menargetkan pertumbuhan industri manufaktur mencapai 30 persen di tahun 2045, maka pertumbuhan industri manufaktur Jatim tahun lalu sudah mencapai lebih dari 30 persen.

"Dan sektor ini berkontribusi besar terhadap PDRB Jatim, mencapai 30 persen lebih juga. Apalagi industri ini termasuk industri yang menjadi fokus utama Pemprov Jatim," jelasnya.

Untuk industri pertanian, perikanan dan perkebunan juga masih sangat potensial.

Jatim adalah salah satu lumbung pangan nasional yang  menjadi penyumbang terbesar komoditas pertanian seperti beras dan jagung. Juga perkebunan seperti tebu dan tembakau.

Dengan kondisi harga pangan yang kian melambung, maka kinerja industri pertanian atau pangan Jatim memiliki potensi besar untuk terkerek lebih tinggi.

"Industri minyak dan gas (migas) juga sama, dimana Jatim adalah salah satu provinsi penghasil migas terbesar di Indonesia. Pada tahun ini target sektor migas secara nasional diporeyeksikan bakal mencapai 2.057.0009 barel setara minyak," pungkasnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#manufaktur #smelter freeport #jatim #industri #gresik #jiipe