SURABAYA - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan bahwa harga bahan pokok di Jawa Timur (Jatim) yang saat ini masih terus mengalami kenaikan adalah beras.
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) harga beras premium di Jatim pada Minggu (25/2), sekitar Rp 15.181 per kilogram (kg). Sedangkan harga beras mediun Rp 11.758 per kg.
Ia pun mengungkap naiknya harga komoditas yang satu ini lantaran harga gabah kering giling di tingkat petani memang mengalami kenaikan mencapai Rp 7.320 per kg atau sekitar 44,6 persen dari harga yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp 5.000.
Maka dari itu, Pemprov Jatim melakukan berbagai intervensi untuk stabilisasi harga sekaligus meringankan beban pemerintah, seperti pasar murah.
"Masyarakat pasti terdampak, tapi kami mengendalikan harga di pasar supaya serendah mungkin tidak jauh melesat dari HET (Harga Eceran Tertinggi) bahkan kita melakukan operasi pasar seperti saat ini," katanya, Minggu (25/2).
Selain beras, komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah cabai. Harga rata-rata cabai rawit merah sebesar Rp 47.566 per kg, naik Rp 2.017 per kg, dan cabai merah besar Rp 71.017 per kg yang naik Rp 13.753.
Sementara untuk komoditas seperti daging sapi, ikan maupun unggas dipastikan tidak mengalami kenaikan harga yang siginifikan.
"Ini musim hujan, panennya kena hujan, kemudian tingkat keawetannya untuk disimpan itu juga hanya enam hari, ini yang sedang kita lakukan bagaimana distribusi, tanam itu tidak harus bersamaan," ucapnya.
Tak hanya itu, Adhy juga mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra untuk menjaga kestabilan harga seperti Bulog dan BUMD.
Lalu meminta Disperindag Jatim, BUMD serta mitra lainnya untuk menggelar pasar murah di beberapa titik di Jatim.
"Dengan suplai yang tetap kita jaga, dengan harga yang memang murah, dan membuat distribusinya tetap lancar," ujarnya.
Adhy menambahkan, kegiatan pasar murah adalah satu dari banyaknya kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat dari Gubernur Jatim periode 2019 - 2024, Khofifah Indar Parawansa.
Selama kepemimpinan Gubernur Khofifah, pasar murah telah rutin digelar dan sudah dilakukan di semua kabupaten/kota di Jatim.
Adhy juga menyampaikan saat ini Pemprov Jatim tengah melakukan koordinasi agar produksi antar kabupaten kota di Jatim bisa menjaga cadangannya.
Seperti membuat korporasi petani nelayan untuk menjaga agar produk-produk mereka tetap terjaga dan ada di Jawa Timur.
"Jangan sampai hilang, beras kita surplus, 30 persen kita jaga untuk cadangan kita sendiri, jangan sampai orang Jawa Timur yang petaninya banyak menghasilkan lebih tapi membeli berasnya tetap beras orang lain," pesannya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari