Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kapal Kazo Anggrek 7501 On Hire, ELPI Optimistis Kuasai Market Malaysia di Tiga Wilayah

Moh. Afik • Senin, 19 Februari 2024 | 15:53 WIB
Kapal Kazo Anggrek 7501 On Hire milik ELPI yang dikerja samakan untuk yang mendukung pekerjaan support drilling rig milik Shell Petroleum Company Ltd.
Kapal Kazo Anggrek 7501 On Hire milik ELPI yang dikerja samakan untuk yang mendukung pekerjaan support drilling rig milik Shell Petroleum Company Ltd.

SURABAYA - PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) melalui perusahaan afiliasi yaitu NKA Energy Ventures Sdn Bhd (NKA), menandatangani kontrak kerja sama dengan perusahaan Malaysia, Perpetro Sdn Bhd senilai MYR 65 juta atau sekitar Rp 200 millar.

Corporate Secretary ELPI, Wawan Heri Purnomo mengatakan, kontrak kerja sama ini merupakan Kontrak Penyewaan Kapal atau Vessel Charter untuk Kapal Kazo Anggrek 7501 yang merupakan jenis Platform Support Vessel atau PSV dengan durasi 854 hari + 3 x 60 hari (opsional). 

Capaian ELPI atas award kontrak ini menandakan Eksistensi dan ekspansi strategis ELPI semakin kuat.

Hal ini untuk meningkatkan layanan maritim di kawasan Asia Tenggara. Sebab itu, dalam 1-3 tahun ke depan ELPI akan semakin fokus menggarap market di Malaysia.

“Selain itu, perusahaan afiliasi kami juga berhasil mendapatkan project pembangunan satu unit kapal landing craft tank dari perusahaan Malaysia yang rencananya akan diserah terimakan pada kuartal I tahun 2024,” kata Wawan, Minggu (18/2).

Sementara itu, Dave Ritandhaka, Chief Operating Officer (COO) ELPI menambahkan, PSV Anggrek 7501 untuk mendukung pekerjaan support drilling rig milik Shell Petroleum Company Ltd dengan end user Sarawak Shell Berhad & Sabah Shell Pertoleum Company Limited, dijadwalkan on hire di awal Maret 2024.

Saat ini dalam proses pre on hire di Singapura. Selanjutnya akan di delivery ke Labuan-Malaysia.

“Kami mempunyai target menjadi pemain internasional dari Indonesia di Malaysia di sektor offshore support vessel. Untuk bisa sustain dan benar-benar menjadi pemain yang signifikan, kami perlu invest penambahan unit kapal baru untuk memenuhi permintaan klien” ungkap Dave.

Untuk itu, salah satu poin utama strategi ELPI adalah mengalokasikan capital expenditure (capex) sebesar Rp 1 triliun untuk belanja 15 unit kapal.

Dari jumlah tersebut sebanyak tujuh unit kapal direncanakan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Malaysia.

Ketujuh kapal tersebut adalah dua unit kapal jenis Anchor Handling Tug and Supply (AHTS), dua unit kapal jenis Landing Craft Transport (LCT), dan tiga unit kapal jenis Fast Crew Boat (FCB).

“Dengan tujuh kapal yang telah direncanakan ini, ELPI yakin akan mampu mengeksplorasi pekerjaan offshore di Malaysia sebagai marine contractor yang memberikan solusi kemaritiman yang berkelanjutan secara menyeluruh di tiga wilayah pembagian kerja Malaysia yakni, Sarawak, Semenanjung dan Sabah,” ujar Dave.

Tahun ini ELPI juga menargetkan untuk membeli satu kapal Bulk Carrier yaitu Mother Vessel Supramax guna mendorong pelaksanaan pemuatan cargo/komoditi kering yang dilakukan secara ship to ship. Dan ini menjadi kapal kedua dari entitas anak ELPI.

“Hal itu juga salah satu strategi bisnis untuk memperkuat posisi ELPI bukan hanya dibidang offshore tetapi juga di bulk and transhipment dari hulu ke hilir dan koneksitas dengan ENA,” pungkas Wawan. (fix/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#kapal #ELPI