Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ini Keluhan Pedagang Beras di Pasar-Pasar Surabaya

Nurista Purnamasari • Sabtu, 17 Februari 2024 | 18:27 WIB
MEROKET: Pedagang beras di Pasar Dukuh Kupang, Surabaya terlihat hendak meladeni pembelian beras ditengah mahalnya harga beras.
MEROKET: Pedagang beras di Pasar Dukuh Kupang, Surabaya terlihat hendak meladeni pembelian beras ditengah mahalnya harga beras.

SURABAYA – Beberapa waktu belakangan ini harga beras di pasar tradisional kota Surabaya terus meroket.

Saat ini harga beras kelas premium telah mencapai Rp 17.500 per kilogram, sedangkan harga beras kelas medium dijual di pasaran Rp 16 ribu per kilogram. 

Selain semakin meroket harganya, pasokan beras premium juga semakin berkurang, terutama beras kemasan lima kilogram.

Seperti di pasar tradisional Dukuh Kupang, Surabaya yang mengalami lonjakan harga beras sejak sebulan lalu hingga saat ini.

Menurut salah satu pedagang, Maimunah, beras kelas premium dijual dengan harga Rp 17.500 per kilogram atau Rp 85 ribu kemasan lima kilogram, sebelumnya harga beras per kilogram untuk kelas premium Rp 13 ribu.

Sedangkan untuk harga beras medium, harga eceran per kilogram sudah mencapai Rp 16 ribu. Sebelumnya harga beras medium berkisar Rp 11 ribu per kilogram.

"Kenaikan harga beras terjadi hampir setiap hari. Selain harga semakin mahal, pasokan beras dari produsen khususnya beras premium kemasan lima kilogram juga berkurang," tutur Maimunah, Jumat (16/2).

Sementara itu, kenaikan harga beras menurut salah satu pedagang lainnya, Candra dikarenakan cuaca ekstrem yang mengguyur sejumlah daerah, sehingga petani mengalami gagal panen beras.

"Kalau karena pemilu nggak lah, tapi naiknya karena hujan dan banyak sawah yang banjir mungkin gagal panen," tutur Candra.

Candra mengaku untuk beras medium yang ia jual mengalami kenaikan Rp 2 ribu per kilogram yang saat ini menjadi Rp 16 ribu. Sedangkan untuk beras premium awalnya Rp 15 ribu menjadi Rp 18 ribu.

Ia berharap pemerintah kembali mendistribusikan beras kemasan lima kilogram, karena sudah sebulan ini distribusi beras dari pemerintah tidak lagi ada.

"Tempo hari ada beras yang punya Bulog. Sekarang sudah sebulan nggak ada. Katanya beras lima kilogram itu sudah dipegang koperasi. Lumayan beras suplai pemerintah itu bisa saya jual Rp 55 ribu," ungkap Candra.

Selain beras, Candra mengaku harga telur yang ia jual juga mengalami kenaikan sejak beberapa waktu lalu hingga saat ini.

"Telur juga naik, biasanya Rp 28 ribu sekarang jadi Rp 29.500," jelasnya.

Akibat makin mahalnya harga kebutuhan pokok itu, daya beli masyarakat semakin menurun. Pembeli lebih memilih beralih ke beras yang lebih murah. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#beras #pedagang