SURABAYA - Selalu tampil cantik dan awet muda itu menjadi dambaan setiap orang, terutama kaum hawa.
Sebab itu, banyak kaum wanita dan bahkan laki-laki rela merogoh uang ratusan juta hingga miliaran rupiah untuk melakukan operasi plastik, baik di dalam maupun di luar negeri.
dr Ju Yong Kwon, dokter ahli bedah plastik dari ID Hospital Korea Selatan (Korsel) menjelaskan, dalam tiga tahun terakhir terjadi perubahan tren bedah plastik.
Kalau sebelumnya banyak yang ingin mengubah wajah agar lebih cantik dan ganteng dengan operasi mata, hidung dan tulang wajah.
Namun sekarang banyak orang di Korsel dan juga orang Indonesia yang melakukan operasi plastik di Korsel, trennya berubah ke operasi face lifting (face lift).
Hal ini agar mereka selalu tampil lebih mudah 10-20 tahun dari usia yang sebenarnya.
“Dulu di Korea banyak orang ingin mengubah wajah agar lebih cantik dan ganteng. Namun sekarang trennya berubah ke facelift dan anti aging. Agar tampil lebih muda. Tren ini juga terjadi di Indonesia,” ujar dr Ju Yong Kwon di Surabaya, Jumat (16/2).
Dia menjelaskan, operasi facelift umumnya dilakukan orang yang sudah berusia 40 tahun keatas.
Karena faktor usia, sebagian kulit terutama kulit wajah mulai mengendur.
Sehingga perlu dibuat kencang lagi dengan cara facelift dan anti aging.
“Namun ada juga yang masih muda melakukan facelift. Namun hasilnya tidak signifikan. Sebab kulitnya masih kencang. Kalau sudah tua sudah kendor sehingga facelift hasilnya akan sangat signifikan perubahannya. Bisa lebih mudah 10-20 tahun,” tambahnya.
Untuk mencapai hasil yang maksimal dan safety dia menyarankan agar operasi dilakukan di rumah sakit yang sudah teruji kualitasnya dan memiliki peralatan yang lengkap.
Salah satunya adalah ID Hospital. Sebab, di Korsel banyak klinik-klinik yang menawarkan operasi bedah plastik.
ID Hospital, lanjutnya, sudah diakui pemerintah sebagai rumah sakit. Sehingga terjamin kualitasnya.
Selain itu juga ada semacam pelayanan after care. Sebab setelah operasi biasanya ada efek samping seperti pembengkakan hingga pendarahan. Dan itu memerlukan penanganan yang serius.
“Sebelum operasi dokter juga akan memberikan suggest terhadap pasien maunya seperti apa. Jadi operasi itu bukan harus mirip dengan yang diinginkan,” tambahnya.
Endro Kristanto, Founder Vale Beauty Agency menambahkan, sebagai mitra kerja sama ID Hospital, pihaknya akan memberikan informasi lengkap seputar operasi plastik di Korsel.
Bahkan pihaknya siap menjawab apapun yang ditanyakan customer sebelum melakukan operasi plastik di Korsel.
“Kami akan memberikan informasi lengkap. Harga yang kami tawarkan juga sama dengan harga di rumah sakit. Kami tidak memainkan harga. Karena kami perwakilan ID Hospital di Indonesia,” ungkap Endro yang mengaku sudah operasi hidung dan mata di ID Hospital.
Hal yang sama dikatakan Valerie Laurencia, Founder Vale Beauty Agency.
Menurutnya, keberadaan agen sangat membantu pasien. Sebab umumnya pasien belum tahu banyak tentang mana saja rumah sakit yang bagus dan berkualitas di Korsel. Pasien juga umumnya tidak bisa Bahasa Korsel.
Dia mengaku banyak orang Indonesia yang sudah melakukan operasi bedah plastik di ID Hospital, termasuk sejumlah artis Indonesia.
Bahkan dirinya juga sudah beberapa kali melakukan operasi di ID Hospital dan hasilnya memuaskan.
“Tubuh saya ini sudah dilakukan perubahan, seperti dahi, hidung, rahang, bahkan perut. Hasilnya sangat memuaskan. Sekarang saya ingin menjadi helper yang bagus untuk banyak pasien. Mau operasi di luar negeri sebaiknya gunakan agen seperti Vale,” pungkas Valerie. (fix/nur)
Editor : Nurista Purnamasari