JAKARTA – Pemerintah menambah anggaran pupuk subsidi sebanyak Rp 14 triliun. Dengan penambahan anggaran tersebut target pengadaan 7,7-7,8 juta ton pupuk bersubsidi tahun ini diharapkan dapat tercapai.
Tahun ini pemerintah mengalokasikan pupuk subsidi sebanyak 5,2 juta ton, dengan penambahan alokasisebanyak 2,5 juta ton, makan totalnya sesuai dengan target pengadaan sebesar 7,7 sampai 7,8 juta ton.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto menjelaskan alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambah anggaran pupuk subsidi sebanyak Rp 14 triliun.
Airlangga mengatakan, hal tersebut lantaran saat ini sudah memasuki musim tanam.
Di musim tanam pupuk menjadi material yang penting untuk kebutuhan hara beberapa komoditas.
“Makanya pak presiden minta anggaran ditambah Rp 14 triliun. Kenapa harus ditambah? Karena Rp 26 triliun itu tidak cukup dan setiap tahun kisarannya Rp 35-40 triliun,” kata Airlangga di Jakarta, Rabu (14/2).
Selama musim tanam harus dipastikan bahwa pupuk ada. Oleh sebab itu, dengan kebijakan baru petani juga boleh mengambil jatah pupuk selama setahun.
“Yang paling penting untuk pertanian adalah siklus tanam, jadi tidak perlu menunggu siklus anggaran,” ungkapnya.
Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap bahwa panen di Indonesia ke depan aman.
Keputusan Jokowi menambah anggaran Rp 14 triliun untuk pupuk subsidi menjadi sorotan belakangan ini, lantaran membuat alokasi belanja subsidi membengkak.
Di sisi lain, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui situs resminya mencatat pemberian subsidi pupuk kepada para petani bertujuan untuk menekan laju inflasi pangan yang cukup tinggi pada 2023.
Lonjakan pangan yang terjadi disebabkan karena dampak dari pandemi Covid-19, kenaikan BBM subsidi, hingga dampak dari konflik Rusia, dan Ukraina.
Kementan mencatat konflik Ukraina dan Rusia telah berdampak pada industry petrokimia dan petani di Indonesia.
Dimana sebanyak lima pabrik pupuk di Indonesia masih mengambil bahan baku dari kedua negara tersebut. (bis/nur)
Editor : Nurista Purnamasari