1,4 miliar barel setara minyak (BBOE) inplace telah dicatatkan melalui mekanisme validasi cadangan sepanjang 2023 dalam kurun waktu satu tahun.
Strategi ini ditujukan untuk mengoptimalkan aset dan menjaga laju produksi migas saat ini.
Temuan sumber daya migas tersebut menunjukkan optimisme bahwa Indonesia masih memiliki potensi yang besar.
"Keberhasilan tersebut didapatkan melalui kegiatan eksplorasi pada area yang sudah dikembangkan secara penuh di blok yang ada," kata Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng dalam keterangan di Jakarta, Minggu (11/2).
Berdasarkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), kebutuhan dalam negeri akan energi minyak dan gas secara volumetrik masih akan terus meningkat setiap tahunnya.
Eksplorasi merupakan kunci dari keberlanjutan pasokan energi untuk menemukan sumberdaya dan memastikan ketersediaan energi primer terjaga dalam rangka memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
Selaras dengan kebutuhan energi nasional yang terus meningkat hingga tahun 2050, lanjut Muharram, migas terutama gas masih menjadi kunci penting dalam pemenuhan energi saat ini dan era transisi menuju renewable energy.
Eksplorasi PHE secara konsisten mendukung program tersebut dengan dibuktikan melalui penemuan eksplorasi yang 55 persen didominasi oleh gas.
Aktivitas eksplorasi dicatatkan mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Hal ini terlihat dari kegiatan pengeboran naik hingga 18 persen (20 sumur completed dan 6 on going), survei seismik 3D hingga 268 persen (penyelesaian survei 1.512 kilometer persegi) dan penambahan New Prospective Resources naik hingga 128 persen (telah dicatatkan 1,3 BBOE).
Dari segi investasi, eksplorasi PHE mengalami peningkatan sesuai dengan aktivitas yang berjalan.
Namun demikian, dari segi finding cost mengalami penurunan, ini berarti bahwa kegiatan eksplorasi dilakukan secara efektif dan efisien.
Keberhasilan Eksplorasi PHE di 2023 berakar dari strategi Infrastructure Led Exploration (Near Field Exploration) yang mencari penemuan-penemuan baru di area yang sudah mature dan Open Area Exploration (Emerging & Frontier Exploration) dengan fokus mencari Wilayah Kerja baru dengan target Giant Discovery.
"Dalam upaya meningkatkan rasio temuan sumberdaya per struktur, PHE akan melakukan perimbangan portofolio antara pengeboran eksplorasi di lokasi yang berada dekat lapangan produksi dan pengeboran eksplorasi di area baru yang belum digarap sebelumnya," lanjut Muharram.
Saat ini PHE sedang gencar melakukan evaluasi bawah permukaan dan mempersiapkan pengeboran eksplorasi di lepas pantai Matindok, lepas pantai East Natuna dan blok eksplorasi baru lainnya.
Tidak hanya berperan di Wilayah Kerja eksisting, PHE juga mencari peluang-peluang baru di frontier area melalui kegiatan akuisisi data.
Full Tension Gradiometry (FTG) dengan menggunakan teknologi terkini yang dilakukan di Kutai Basin tercatat sebagai realisasi pada 2023 dan akan diikuti dengan persiapan survei seismik di Bone, Seram dan Kepala Burung (Bird’s Head) sebagai upaya membuka peluang penemuan cadangan migas raksasa. (jpc/nur)
Editor : Nurista Purnamasari