Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ini yang Dilakukan ALFI dan Kadin Jatim Agar UMKM Mampu Tembus Pasar Ekspor

Mus Purmadani • Senin, 12 Februari 2024 | 17:37 WIB
TULANG PUNGGUNG EKONOMI: UMKM mempunyai potensi yang besar untuk terus dikembangkan dan memperluas pasar.
TULANG PUNGGUNG EKONOMI: UMKM mempunyai potensi yang besar untuk terus dikembangkan dan memperluas pasar.

SURABAYA – Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor ekonomi yang perkembangannya cukup pesat.

UMKM juga menjadi tulang punggung perekonomian yang memiliki daya tahan cukup baik menghadapi beragam kondisi.

Untuk pemberdayaan UMKM, juga membantu pendampingan UMKM untuk naik kelas, Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur berkomitmen membantu UMKM untuk merambah pasar ekspor.

Komitmen tersebut disepakati Ketua ALFI Jatim Sebastian Wibisono beserta sejumlah jajaran pengurus ALFI Jatim saat melakukan Audiensi dengan Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto didampingi oleh Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Pemberdayaan Asosiasi dan Himpunan Kadin Jatim Adi Prawito.

"Kami bersepakat melalukan kerja sama atau kolaborasi ke depan terkait bisnis logistik, utamanya di Jatim. Juga tentang pemberdayaan UMKM, membantu melakukan pendampingan UMKM untuk logistik ekspor maupun kegiatan logistik dalam negeri, terkait dengan prosedur customs clearance, clearance dokumen dan lain sebagainya," ujar Sebastian Wibisono dalam siaran  pers, Senin (12/2).

Keinginan tersebut dipicu oleh masih kecilnya jumlah UMKM yang memahami bagaimana melakukan prosedur ekspor.

Sehingga jumlah UMKM yang melakukan ekspor secara mandiri masih sekitar 50 persen saja, sisanya melakukan ekspor melalui tangan kedua.

"Mungkin baru 50 persen yang memahami, sehingga masih butuh pendampingan. Ini memang tugas kami sebagai anggota Kadin Jatim untuk terus membantu pemerintah mendorong UMKM melakukan ekspor sendiri," ujarnya.

"Karena kita ketahui bahwa UMKM memiliki kontribusi besar dalam ketahanan ekonomi Indonesia. Tentunya sektor ini harus terus mendapatkan dukungan sehingga kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia akan semakin besar," tambahnya.

Oleh karena itu, ALFI bersama Kadin Jatim akan terus menggali potensi UMKM dengan melakukan mapping atau pemetaan.

"Potensinya seperti apa dan skema pendampingannya seperti apa yang paling pas, sehingga ke depan akan terus bisa berjalan dengan baik. Sebab 60 persen anggota ALFI yang bergerak di bidang logistik juga termasuk UMKM," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto menjelaskan, kontribusi UMKM terhadap perekonomian Jatim memang cukup besar, mencapai 58 persen. Dan kontribusinya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Data Pemerintah Provinsi Jatim menunjukkan, pada tahun 2022 kontribusi UMKM terhadap ekonomi Jatim mencapai 58,36 persen.

Naik signifikan dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar 57,25 persen dan tahun 2021 sebesar 57,71 persen.

Sementara penyerapan tenaga kerja juga cukup besar, mencapai 96,3 persen.

"Tahun 2023, kontribusinya semakin besar seiring dengan banyaknya UMKM yang bermunculan dan yang naik kelas. Ini artinya bahwa pendampingan yang akan dilakukan oleh ALFI dan Kadin Jatim adalah upaya strategis dalam mewujudkan target pemerintah menciptakan UMKM baru ekspor," kata Adik. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#ekspor #kadin jatim #umkm #alfi