Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Jelang Ramadhan, Permintaan Tepung Terigu Melonjak, Ini Konsumen Terbesarnya

Nurista Purnamasari • Rabu, 7 Februari 2024 | 17:30 WIB
Pemrosesan gandum untuk diolah menjadi tepung terigu di salah satu pabrik tepung terigu.
Pemrosesan gandum untuk diolah menjadi tepung terigu di salah satu pabrik tepung terigu.

SURABAYA - Saat momen Ramadhan permintaan beragam kebutuhan melonjak. Salah satu yang permintaannya naik pesat adalah tepung terigu karena Ramadhan dan lebaran produksi makanan berbahan terigu meningkat pesat.

Seperti jajanan tradisional maupun makanan untuk takjil yang memang penjualannya meningkat pesat.

Selain itu kue-kue kering khas lebaran seperti nastar, kastangel, dan berbagai jenis kukis produksinya meningkat berkali lipat.

Peningkatan permintaan tepung terigu yang tinggi tersebut dimanfaatkan produsen untuk menambah produksinya.

Salah satunya yakni Bogasari. Produsen tepung terigu di Indonesia ini sudah mulai meningkatkan produksi pabriknya.

Dimana Bogasari memprediksi permintaan tepung terigu saat Ramadhan bakal naik hingga 20 persen dibandingkan bulan biasanya.

Head of Public Relations PT Indofood Sukses Makmur Divisi Bogasari, Rudianto Pangaribuan menjelaskan, peningkatan produksi tepung terigu biasanya sudah dilakukan dua sampai tiga bulan sebelum lebaran.

Peningkatan produksi tepung terigu tersebut meliputi tepung terigu berprotein tinggi, sedang, maupun rendah.

“Produksi paling banyak di empat pabrik Bogasari adalah tepung Segitiga Biru dan diikuti oleh Lencana Merah,” ujarnya.

Laki-laki yang akrab disapa Rudi ini menuturkan, produk Segitiga Biru berkontribusi 40 persen terhadap permintaan total produk tepung terigu Bogasari.

Tepung dengan protein sedang ini memang menjadi tepung serbaguna bagi ibu rumah tangga.

“Sedangkan yang Lencana Merah ini pembelinya kebanyakan pedagang gorengan, berkontribusi 30 persen terhadap penjualan total tepung terigu,” papar Rudi.

Berdasarkan catatan Bogasari, konsumen tepung terigu terbesar adalah UMKM.

Rinciannya market UMKM mencapai 70 Persen, 15 persen industri dan 15 persen rumah tangga.

“Saat ini Bogasari memang fokus menyasar pasar pelaku usaha kecil menengah,” imbuh Rudi.

Sementara itu, Vice President (VP) Sales Bogasari Area 3 Julius Ronadi mengatakan, selama 52 tahun lebih beroperasi, sektor UMKM menjadi pelanggan mayoritas Bogasari.

Karena itulah Bogasari berkomitmen untuk terus tumbuh bersama UMKM dengan mengadakan berbagai program kemitraan melalui keanggotaan Bogasari Mitra Card (BMC) yang anggotanya sekitar 45 ribu.

“Kita tahu UMKM menjadi penyumbang yang besar dalam perputaran ekonomi di Indonesia. Di sana kami ingin mendorong UMKM agar lebih maju dan berkembang,” tegasnya. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#tepung terigu #ramadhan #Bogasari