SURABAYA - Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Jawa Timur (Jatim) naik sangat signifikan.
Realisasi investasi PMA dan PMDN Jatim di triwulan IV 2023 mencapai Rp 45 triliun dan total sepanjang tahun 2023 mencapai Rp 145 trilliun.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan, secara rinci capaian realisasi investasi tahun 2023 secara year on year (yoy) meningkat 31,5 persen dari tahun 2022.
Peningkatan terjadi pada realisasi PMA yang mencapai 56,3 persen. Sementara untuk PMDN mencapai 14,7 persen.
“Selama lima tahun terakhir PMA dan PMDN di Jatim meningkat sangat signifikan. Alhamdulillah, capaian realisasi investasi Jatim tahun 2023 secara kumulatif sungguh luar biasa yakni mencapai Rp 145,1 triliun,” ujarnya saat menerima penghargaan PWI Jatim Award sebagai Tokoh Nasional Peduli Ekonomi Kerakyatan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur di Gedung Kesenian Cak Durasim Surabaya, Kamis (1/2) malam.
Khofifah optimistis industri manufaktur Jatim per Mei 2024 atau empat bulan lagi akan meningkat dari 31 persen menjadi 35 persen. Menurutnya, ini sudah setara dengan Jerman.
“Tentunya peningkatan ini salah satunya karena adanya pembangunn foil tembaga terbesar di dunia di wilayah KEK Gresik,” katanya.
Khofifah juga menyampaikan terima kasih kepada PWI di Jawa Timur. Menurutnya, semua informasi yang terdesiminasikan oleh insan media di Jatim khususnya berkaitan dengan program Reformasi Birokrasi (RB) berdampak.
“Penyebaran program RB berdampak menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan ekonomi kerakyatan di Jatim. Setidaknya ada empat program RB berdampak yang telah dimaksimalkan di Jatim. Yakni penurunan kemiskinan, peningkatan investasi, maksimalisasi digitalisasi dan memaksimalkan program aktual dari Presiden,” katanya.
Selain itu, Khofifah mengatakan, kemiskinan ekstrem di Jatim turun. Tahun 2021, kemiskinan ekstrem Jatim sebesar 4,4 persen.
Kemudian per Maret 2023, jumlah kemiskinan ekstrem turun hingga menjadi 0,82 persen.
“Dan saya meyakini untuk September 2023 kalau keluar hasilnya akan turun lagi semoga mendekati nol persen. Mungkin di bulan Maret atau April ini keluar,” terangnya
Program RB berdampak selanjutnya, kata Khofifah, adalah digitalisasi. Terbukti hingga kini Pemprov Jatim telah menjalin kerja sama dengan Kings College London khususnya berkaitan dengan digital future.
“Kenapa kita lakukan ini, karena kalau Jatim sudah terkonfirmasi 35 persen untuk industri manufaktur per Mei tahun ini, sehingga kita perlu melakukan perombakan adaptasi yang akhirnya berpengaruh pada peningkatan investasi dan manufaktur kita,” jelasnya.
Kemudian dari sektor digital IT, Pemprov Jatim tercatat menjadi yang terbaik dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dari seluruh provinsi di Indonesia.
Tak hanya itu, Jatim juga tercatat sebagai pengguna E-katalog Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) dalam proses pembelanjaan daerah terbanyak nasional.
“Dari semua provinsi di Indonesia, E-Katalog terbanyak dari Jatim. Ini artinya bahwa ekosistem disini sudah terbangun sangat baik,” pungkasnya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari