Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Punya Potensi Besar, Ini yang Harus Dilakukan untuk Meningkatkan Sport Tourism

Rahmat Sudrajat • Senin, 29 Januari 2024 | 02:39 WIB
PERLU KOLABORASI: Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo menghadiri pelantikan ketua DPD ISSITA Jatim, di Hotel Oakwood Surabaya, Minggu (28/1).
PERLU KOLABORASI: Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo menghadiri pelantikan ketua DPD ISSITA Jatim, di Hotel Oakwood Surabaya, Minggu (28/1).

SURABAYASport tourism memiliki potensi yang luar biasa. Apalagi pangsa pasarnya cukup besar.

Salah satunya anak muda yang memang saat ini gaya hidupnya mengarah ke sport tourism.

Sayangnya potensi besar sport tourism tersebut belum terpetakan dengan baik.

Baca Juga: Realisasi Investasi Jatim Sepanjang 2023 Lampaui Target, Proyek Apa yang Berkontribusi Besar?

Sport tourism penggabungan antara event olahraga, sektor pariwisata dan kegiatan lain dinilai oleh Indonesia Sport and Special Interest Tourism Association (ISSITA) masih kurang masif.

Menurut Ketua Umum DPP ISSITA, Isyak Meirobie, banyak sekali kegiatan di daerah yang belum ada pengabungan antara olahraga dan kegiatan lainnya dengan potensi sumber daya alam dan ekonomi.

Padahal potensinya sangat besar jika event olahraga digabung dengan kegiatan dalam beberapa waktu.

"Bayangkan kalau event daerah dijadikan rentetan event dampaknya luar biasa. Misalnya Dinas Olahraga bikin kegiatan maraton, terus keesokannya Dinas Perekonomian buat event UMKM dan seterusnya,” tutur Isyak dalam pelantikan pengurus DPD ISSITA Jawa Timurdi Hotel Oakwood Surabaya, Minggu (28/1).

“Bayangkan kalau dijadikan dalam satu kegiatan besar pasti wisatawan yang hadir bisa melihat olahraga sekaligus berwisata, atletnya juga tidak langsung pulang tapi bisa menikmati wisata dan shopping," imbuhnya.

Oleh karena itu ISSITA mempunyai tugas untuk mencerahkan kepada pemda agar merajut kegiatan-kegiatan besar di daerah guna menambah PAD yang besar.

"Tugas kami menjembatani dan duduk bersama dengan pemda dan kami akan berikan formulasinya," ujar mantan Wakil Bupati Belitung itu.

Ia juga meminta kepada pengurus DPD ISSITA untuk mendata kabupaten/kota yang berpotensi dan paling menonjol dalam hal wisata alam serta pariwisata.

"Hasil yang dipetakan akan disampaikan ke DPP untuk didiskusikan, kita rajut bersama darimana potensi wisatawan yang berkunjung paling besar ke daerah itu, kita bantu promosi bersama Kemenparekraf," imbuhnya.

Ia mencontohkan, kota Surabaya yang terkenal dengan rawon bisa dibikinkan festival rawon, kemudian Madura terkenal dengan sotonya bisa dijadikan festival soto.

"Jadi kearifan lokal mulai kuliner, budaya hingga pariwisata itu kita angkat menjadi spesial interest yang tidak boleh berdiri sendiri sehingga PAD akan lebih besar," jelas Isyak.

Hadir dalam pelantikan tersebut, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo juga berharap kepada ISSITA bisa berkolaborasi dengan Kemenparekraf bersama membangun sport tourism seluruh Indonesia, terutama di Jawa Timur.

"Jawa Timur potensi sangat besar, mulai pariwisata seperti yang menonjol Bromo. Kita bisa garap bersama. Apalagi Bromo sekarang didapuk menjadi wisata alam paling indah di dunia," kata Angela.

Sementara itu, Ketua ISSITA DPD Jatim, Rony Candra mengaku akan memetakan sport tourism di Jatim karena hal itu menjadi tanggung jawab pihaknya sebagai Asosiasi Wisata Olahraga dan Minat Khusus Indonesia.

Supaya paling tidak meningkatkan PAD, jadi kita perlu kolaborasi, karena selama ini banyak kepentingan sehingga tidak bisa berkolaborasi secara keseluruhan.

“Kami (ISSITA, Red) menjadi sebuah jembatan dari pemda, beberapa organisasi olahraga, bahkan dari seniman. Ini bisa kolaborasi untuk meningkatkan pariwisata," tutur Rony.

Ia juga mengaku ke depan akan mengembangkan pickleball yang merupakan olahraga bola padel.

Selain itu pihaknya juga akan menargetkan jumlah wisatawan di Jatim agar terus meningkat agar bisa menggerakkan perekonomian.

"Kita harus kembangkan dan kolaborasikan dengan pemda. Karena potensi Jawa Timur sangat besar. Bisa menjadi motor penggerak ekonomi di Indonesia," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#ISSITA #sport tourism #olahraga