SURABAYA – Berbagai kekayaan alam Indonesia bisa bernilai jika diolah dan dimanfaatkan dengan baik.
Salah satunya yakni batu alam. Seperti yang dilakukan Acik Yuli Triasasi yang mengubah bongkahan batu alam menjadi aksesoris yang sangat bernilai untuk kaum perempuan.
Batu alam seperti agate, drusi, fosil hingga jasper tersebut dibuat menjadi aksesoris atau perhiasan yakni, kalung dan cincin.
Sejak merintis tahun 2011, karya Acik sudah mencapai ribuan dan digunakan oleh perempuan Indonesia hingga mancanegara.
Batu-batu untuk bahan karyanya tersebut didapatnya dari daerah seperti Pacitan. "Ini saya gunakan untuk kalung perhiasan perempuan dan juga ada cincin. Tapi yang paling laris batu agate, tahun lalu perhiasan drusi yang mengkilap itu yang laris," kata Acik.
Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk batu drusi mempunyai tiga macam warna, ada coklat, hitam dan putih. Sedangkan batu jenis agate dan jasper merupakan jenis batu murni tanpa pewarnaan.
Tahun 2024 Acik mengaku aksesoris yang lagi tren adalah yang simpel dan tidak heboh. Karena menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
"Orang sekarang mau yang simpel dan smart. Kalau untuk yang tren batu, masih batu agate dengan desain yang kita buat simpel dan batu drusi yang warna-warni tapi kita buat simpel," tuturnya.
Selama ini aksesoris kalung batu alam karya Acik tembus hingga mancanegara, salah satunya di Singapura. Bahkan pelanggannya rutin memesan setiap bulan.
Harga yang dijual untuk perhiasan kalung batu tersebut mulai dari Rp 120 ribu hingga Rp 650 ribu, tergantung dari besar kecilnya batu dan keunikan batu.
Ia juga biasa melayani pembeli dari turis mancanegara yang bersandar dengan kapal pesiar di Pelabuhan Tanjung Perak.
Bahkan uang Rp 8 juta pernah diraupnya dalam sehari untuk penjualan kalung aksesoris batu alam tersebut.
"Kalau turis asing biasanya suka yang simpel-simpel dan pemilihan batunya agak kecil. Tapi kalau orang lokal seperti Surabaya, sukanya yang batu agak besar dan heboh dengan berbagai variasinya," ungkap pemilik toko aksesoris handmade Amaopi tersebut.
Dalam sehari ia bisa membuat aksesoris kalung mencapai 10 kalung. Dengan durasi untuk pembuatan mencapai dua jam untuk satu aksesoris. Batu alam yang sudah jadi ia kombinasikan dengan tali.
"Ada juga yang kombinasi dengan olahan kaca dan tembaga. Supaya lebih heboh ada variasi batu dan rumbai-rumbai," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari