Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pemkot Surabaya Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Berapa Stoknya?

Hildan Sepka • Jumat, 26 Januari 2024 | 14:10 WIB
PASOKAN AMAN: Kebutuhan beras di Kota Surabaya dalam satu bulan sebanyak 15.888,03 ton.
PASOKAN AMAN: Kebutuhan beras di Kota Surabaya dalam satu bulan sebanyak 15.888,03 ton.

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan ketersediaan beras di Kota Pahlawan sangat aman dan mencukupi.

Pemkot Surabaya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan pengawasan, serta pemantauan terhadap stok dan harga bahan pokok agar selalu dalam keadaan aman dan mencukupi.

“Kami langsung melakukan antisipasi jika terdapat indikasi kenaikan harga. Selalu kami informasikan dan sampaikan kepada masyarakat,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Antiek Sugiharti, Kamis (25/1).

Antiek menuturkan, Pemkot Surabaya juga menyediakan Kios TPID atau Warung Tekan Inflasi di pasar-pasar.

Hal ini sebagai salah satu langkah pemkot dalam menyediakan beras dan komoditi lainnya dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Sehingga masyarakat tidak akan membeli bahan pokok melebihi HET.

“Masyarakat juga bisa langsung membeli di Warung TPID. Selain itu, pemkot juga menyediakan bagi para pedagang agar bisa membeli (kulakan) di Warung TPID sehingga mereka tidak menjual melebihi HET,” tuturnya.

Berdasarkan catatan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, kebutuhan beras dalam satu bulan di Kota Surabaya sebanyak 15.888,03 ton.

Sedangkan stoknya saat ini tersedia 52.321,85 ton. Sehingga masyarakat tidak perlu panik, serta diharapkan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Antiek mengatakan, berdasarkan data Indeks Ketahanan Pangan (IKP) ketersediaan beras pada bulan Januari 2024 sebesar 3,30.

Terjadi peningkatan jika dibandingkan bulan Desember 2023, yakni sebesar 2,93. “Jumlah tersebut sangat mencukupi kebutuhan beras untuk penduduk Kota Surabaya, artinya kebutuhan dengan ketersediaan itu sama.

Berdasarkan IKP mencapai 3,30 di bulan Januari sehingga bisa menjadi cadangan hingga tiga bulan ke depan,” kata Antiek.

Dengan demikian, Antiek berharap masyarakat dapat bijak saat berbelanja beras. Karena ketersediaan stok beras untuk penduduk Kota Pahlawan sangat aman dan mencukupi, bahkan hingga tiga bulan ke depan.

“Warga dengan kesadarannya, berbelanja secukupnya saja karena kalau membeli terlalu banyak kemudian disimpan terlalu lama bisa rusak,” ujarnya.

Ia pun mengimbau, sebelum membeli beras maupun komoditi yang lainnya, masyarakat dapat terlebih dahulu memperhatikan layar monitor terkait informasi harga yang dipasang oleh Pemkot Surabaya dan telah terpasang di pasar-pasar.

“Jika ada pedagang menjual diatas harga yang sudah dipajang oleh Pemkot Surabaya, lebih baik mencari pedagang lain sesuai dengan harga yang dipublish pemerintah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati mengatakan, sebagai upaya mengantisipasi adanya kenaikan harga beras, Pemkot Surabaya telah membentuk Kios TPID yang ada di beberapa pasar utama.

Di antaranya, di Pasar Wonokromo, Pasar Tambahrejo, Pasar Genteng Baru, dan Pasar Pucang Anom.

“Pengisian komoditas bahan pokok yang ada di Kios TPID tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan beberapa penyedia atau distributor, antara lain Perum Bulog yang menyuplai beras medium sebanyak 10-16 ton per minggu untuk masing-masing kios,” kata Dewi.

Dewi menjelaskan, dengan adanya Kios TPID, sangat efektif untuk menjaga kestabilan harga komoditas beras dikarenakan aturan ketat dalam pembelian dan penjualan oleh masing-masing pedagang dengan harga sesuai ketentuan atau HET.

“Kios-kios TPID ini juga akan diarahkan untuk menjalin kerja sama business to business atau transaksi langsung dengan produsen maupun mitra di daerah penghasil bahan pokok,” jelasnya. (hil/rak)

Editor : Nurista Purnamasari
#beras #tpid #pemkot surabaya